Wednesday, February 18, 2009

Filled Under:

Gampang kok dipersulit

Wednesday, February 18, 2009



“Kamu udah bayar pendaftaran UI?”
“Udah kemaren”
“Dimana? ATM atau teller?”
“Teller . . .”
“Kamu punya ATM bank-nya kan? Kenapa ga pake itu aja? Kan lebih praktis.”
“Enggak ah enakan di teller.”

Another conversation
“Eh, Kamu ikut UTUL UGM?”
“Iya”
“Udah daftar? Lewat mana?”
“Udah, kemaren ke banknya”
“Oh, terus prosedurnya gimana?”
“Kamu isi aja formnya, terus ke teller, ntar bla bla bla bla . . . . . .”
“Ok, thanks ya”
Keesokkan harinya, saya cek di webnya ternyata bisa daftar via ATM.


Ternyata masih banyak orang yang ga mau memanfaatkan teknologi e-payment. Ini bukan soal ga tau caranya, tapi terlebih kepada sikap skeptis terhadap teknologi ini. Kenapa ya, padahal teknologi tersebut dibuat untuk memudahkan orang, bukan mempersulit.

Ketika Anda melakukan transaksi pembayaraan di teller bank ada beberapa tahap yang harus Anda lakukan. Mulai dari datang ke bank, ngisi form, antri di teller, baru bisa bayar. Padahal, bank tutupnya sekitar jam 2 – 3 siang, kita pulang sekolah juga baru jam segitu (bahkan lebih), kalo ga sempat bayar gimana? Trus ngisi form, aduh ngabisin tinta sama kertas aja, belum lagi yang ada kolom-kolom tertentu yang kita ga mengertimau ditulis apa, mau ga mau harus nanya sama petugasnya. Kemudian, ANTRI, ini adalah hal yang paling membosankan apalagi kalau antrinya di Bank M******, ya ampuuuuunnnn lamanyaaaaa. Sampai di teller, untung-untung dapet teller yang baek, kalo dapet yang lagi jutek trus ga mood gimana? Udah capek-capek dateng, antri, terus dijutekkin apa ga tambah bete.

Bandingkan dengan dengan Anda pergi ke ATM yang notabene buka 24 jam, ga perlu lagi cepet-cepet cabut dari sekolah hanya untuk bayar pendaftaran. Trus, tinggal masukkin kartu ATM, PIN, dan Anda bisa melakukan pembayaran dalam waktu yang relatif singkat (kurang lebih 2 – 3 menit saja). Anda ga perlu nulis-nulis di form lagi, ga perlu antri lama-lama lagi (apalagi ATM kan jumlahnya banyak), dan ga perlu lagi berhadapan dengan teller yang lagi jutek.

Apalagi orang yang udah punya fasilitas internet banking, lebih dipermudah lagi. Tanpa harus meninggalkan ruang kerja maupun rumah, transaksi bisa dilakukan. Bahkan di sekolah pun (dengan fasilitas dan teknologi wi-fi) bisa dilakukan transaksi pembayaran.

Ok, kita bisa maklum kepada orang yang ga punya rekening di bank tersebut, tapi bukankah lebih banyak yang punya rekening bank dibandingkan dengan yang tidak? Mau alasan apalagi coba? Gaptek? Kayaknya itu bukan alasan, karena transaksi di ATM itu tidak sulit. Bahkan kalau tidak mengerti sekalipun, petunjuk cara pembayaran sudah ditulis di website masing-masing universitas. Kurang apalagi?

Keamanan, nah ini dia yang banyak diragukan orang. Hal ini berpulang kepada kita sendiri, bagaimana kita bisa mempercayai teknologi tersebut. Toh selama ini kita mengambil uang tunai di ATM tapi santai-santai aja, kenapa untuk melakukan pembayaran rasanya kok sulit? Takut ga sampai? Begini, sistem sudah dibuat sedemikian rupa dan seaman mungkin, sistem tidak akan diperkenalkan kepada masyrakat jika tidak aman dan tidak dapat berjalan dengan lancar. Ya toh? Apalagi?

Bukannya saya maksa Anda agar mau memanfaatkan teknologi ini, tetapi terlebih untuk mengajak kita berbuat se-efisien mungkin baik dalam waktu maupun sumber daya (kertas terutama).

Ini ada tips-tips aman dalam bertransaksi di ATM:
  1. Tutup keypad dengan tangan yang lain ketika memasukkan PIN
  2. Periksa dengan baik transaksi yang akan Anda lakukan, misalnya ketika melakukan pembayaran, pastikan kode yang Anda masukkan sudah benar.
  3. Periksa kembali layar konfirmasi yang tampil sebelum meng-eksekusi perintah
  4. Simpan struk bukti pembayaran, struk ini adalah BUKTI PEMBAYARAN YANG SAH
  5. Jangan meninggalkan ATM sebelum kartu ATM , uang, maupun struk diambil.
  6. Untuk pengamanan ekstra, setelah kartu ATM keluar, masukkan kembali ke dalam mesin, kemudian masukkan PIN secara asal lalu tekan tombol cancel, dan ambil kembali kartu ATM*

*Kenapa? Disinyalir adanya modus pembobolan ATM dengan cara memasukkan magnetic card, dengan kartu tersebut maka pelaku bisa menguras habis tabungan si Korban. Cara kerja magnetic card ini adalah meng-copy data dari kartu ATM yang masuk sebelumnya yang mengakibatkan bebasnya si pelaku untuk melakukan berbagai transaksi. Nah, dengan cara yang disebutkan pada point terakhir tadi, memori yang tersimpan di mesin ATM akan terhapus. Meskipun hal ini jarang terjadi, namun hendaknya kita selalu waspada sembari berdoa. Selain itu pihak bank juga akan terus meningkatkan sistem keamanan di ATM agar para nasabahnya nyaman dalam bertransaksi.

AYO KE ATM :)