Tuesday, February 24, 2009

Filled Under:

Indonesiaku . . . (part 2)

Tuesday, February 24, 2009

Kenapa Indonesia tidak bisa maju seperti negara Jepang, Singapura, atau Amerika? Padahal sumber daya alam yang kita miliki jauh lebih besar dari negara-negara tersebut. Padahal wilayah perairan kita lebih luas dari negara-negara tersebut. Padahal kita mempunyai banyak penduduk. Tapi kenapa kita tidak bisa lebih maju dari negara-negara tersebut?

Sekitar 60 tahun silam kita tahu bahwa dua kota di Jepang (Hiroshima dan Nagasaki) telah habis dibombardir oleh sekutu pada Perang Dunia II. Seketika itupun negara Jepang lumpuh total. Namun kaisar Jepang saat itu berkata (kalau tidak salah), “Hitung dan kumpulkanlah guru-guru yang masih tersisa. Karena pembangunan negara dimulai dari PENDIDIKAN”. Lihat, betapa pentingnya PENDIDIKAN. Hingga sampai saat ini, Jepang menjadi salah satu negara maju.

Kita lihat Singapura, sebuah negara kota yang wilayahnya sangat sempit. Namun di dalamnya terdapat penduduk-penduduk yang memiliki jiwa DISIPLIN. Jika Anda berkunjung ke Singapura, Anda tidak akan mendapati orang-orang yang membuang sampah sembarangan, orang-orang yang sembarangan dalam berkendara, dsb. Dalam hal-hal tersebut pemerintah Singapura bersikap sangat tegas kepada penduduknya, bahkan yang melakukan pelanggaran (membuang sampah misalnya) akan dikenai sanksi yang tidak sedikit yang tentunya akan menimbulkan efek jera pada para pelakunya. Bayangkan, membuang sampah sembarangan saja bisa didenda atau bahkan dipenjara! Memang, terkesan ‘dipaksa’ untuk DISIPLIN dan PEDULI terhadap lingkungannya. Tetapi ternyata ‘pemaksaan’ itu membuahkan hasil yang baik.

Di negara-negara barat (termasuk Amerika) terdapat istilah White Collar dan Blue Collar. White collar adalah istilah yang dipakai untuk orang-orang yang bekerja sebagai pejabat, direktur, dsb. Sedangkan blue collar adalah istilah yang diapaki untuk orang-orang yang bekerja sebagai staff, buruh, supir, dsb. Apakah ada perbedaan antara pekerja white collar dan blue collar selain dari pekerjaannya? Tidak. Status mereka disamakan, tidak ada bawahan atau atasan. Bahkan gaji pun tidak jauh bebeda, orang yang bekerja di sektor blue collar bahkan bisa mendapatkan gaji yang lebih besar daripada pekerja white collar. Kenapa bisa? Karena pemerintah disana sangat MENGHARGAI jerih payah para pekerja, sekecil apapun jasanya. Baik blue collar maupun white collar mendapatkan perlakuan yang sama.

Halo, apa kabar Indonesia? Bukannya saya berniat menjelek-jelekkan. Tapi . . . . . . . .

Guru sebagai tenaga pendidik kurang mendapat perhatian yang serius dari pemerintah, gaji yang kurang memadai, dll. Padahal gurulah ujung tombak dari pembangunan bangsa ini. Bahkan saya pernah mendengar dari salah satu guru saya, “Jika kamu nanti bekerja sebagai guru, maka kamu akan jadi GKI (Golongan Kere Indonesia)” Lihat, guru saja berbicara seperti itu!

Soal membuang sampah, jangan ditanya pun sudah bisa dijawab. Setiap tahun, ibukota negara kita tercinta ini selalu dilanda banjir. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena penyumbatan sungai Ciliwung oleh sampah yang menyebabkan meluapnya air sungai pada musim penghujan. Tidak hanya di Jakarta, di daerah lain pun tidak jauh berbeda. Sampah dibuang begitu saja, tanpa ada sanksi tegas dari pemerintah. Sehingga masyarakat berpikir, “Pemerintahnya saja tidak peduli.” Atau “Ga ada yang marah kok” bahkan “Orang lain aja buang disini.” What???
Kuli bangunan, tukang sapu, dll mereka digaji secara tidak layak. Bayangkan sehari hanya 25.000 IDR untuk kuli bangunan, dan sebulan sekitar 1.000.000 IDR (bahkan kurang) untuk tukang sapu. Padahal kebutuhan hidup semakin meningkat, terlebih lagi jika mereka harus membiayai anak-anaknya untuk sekolah. Tentu saja uang sejumlah itu tidaklah cukup bagi mereka. Tidak sampai disitu ‘penderitaan’ mereka, sebagian orang juga menganggap pekerjaan tersebut rendah dan remeh. Padahal kalau tidak ada kuli bangunan, lalu siapa yang akan membuat bangunan? Kalau tidak ada tukang sapu, siapa yang akan membersihkan jalan?

Saudaraku, sebangsa dan setanah air. Lihatlah, betapa menyedihkannya negara kita ini. Betapa tidak DISIPLIN-nya bangsa kita ini, betapa tidak PEDULI-nya bangsa kita terhadap lingkungan kita, betapa seringnya kita me-REMEH-kan orang lain, apakah bangsa kita ini tidak ber-PENDIDIKAN ?!?!

Come on, WAKE UP INDONESIA!!
We are the big nation, we can beat everything.
Remember, if there’s a will, there’s a way.