Saturday, February 14, 2009

Filled Under:

Saya bingung . . .

Saturday, February 14, 2009

Kesampean juga akhirnya ke bioskop (lagi) setelah sekian lama direncanakan tapi ga jadi-jadi. Kali ini gw dapet kesempatan nonton CITY OF EMBER, bukan kota ember yang kalo diartikan dalam bahasa indonesia jadi kota yang banyak embernya. Yah, itu sih judul film sekaligus nama kota yang diceritakan dalam film itu.

Setelah sampai di rumah tadi sore (dari sekolah), gw buka situsnya 21cineplex.com buat ngecek ada film apa aja hari ini. Ada film baru dalam listnya Balikpapan, CITY OF EMBER. Gw baca sinopsisnya, kayaknya keren nih film. Langsung deh gw SMS temen gw si Ridwan, buat ngajakin nonton malam ini, sekalian ngajak yang lain juga, mumpung sempet. Soalnya udah dari 2 atau 3 minggu yang lalu kita merencanakan buat nonton, tapi ga sempet-sempet karena sibuk tryout, pemotretan, de el el. Pertamanya sih ngerencanain buat nonton GLITCH, tapi pas udah ada waktunya malah filmnya udah ga diputer lagi, akhirnya ditunda deh. Mau nonton yang lain filmnya pada gak mutu, horor semua, bukannya takut, tapi gw udah skeptis duluan ama film horor apalagi horor Indonesia.

Fast forward to the future, finally gw nelpon ke XXI Balikpapan buat nanya jadwal filmnya, kata mas-nya sih jam 1pm, jam 2.20pm, jam 4.20pm, jam 6.30pm, dan jam 8.40pm. Gw pilih jam 6.30 karena ga mau pulang malem-malem, tapi gimana Sholat Maghribnya?

Jam 6.10pm gw berangkat kesana dan ternyataaaaaaaa, di LCD Screen tertulis => CITY OF EMBER ; 19.30 What?? Padahal udah buru-buru ke sana biar ga telat taunya masih 1 jam lagi, gimana sih masnya yang ditelpon tadi. Yoweslah, beli aja tiket yang jam segitu. Habistu gw nunggu si Ridwan, lama juga nih anak datengnya.

Lima belas menit kemudian dia datang dengan tergesa-gesa dan gw langsung ngasih tau dy kalo masih 1 jam lagi filmnya. Trus kita mutusin buat turun ke bawah (ya iyalah, masa’ turun ke atas) cari musholla buat Sholat Maghrib. Selesai sholat, cari makanan dulu buat camilan. Setelah beberapa pertimbangan akhirnya kita mutusin buat ke Hypermart yang ada di BC dengan BERJALAN KAKI. Lagian mau ambil motor males, motor diatas kita dibawah, mending jalan kaki.

Lumayan juga jalan kakinya, kira-kira ada 1 kilometer bolak-balik dari dan ke Hypermart. Yah sampe disana, karena ngejar waktu dan udah capek jalan, naik lift aja. Pas pulang, dengan bodohnya gw mencet tombol lift yang SB (Semi Basement) padahal kita masuknya dari GF (Ground floor), haduh haduh. Jadinya setelah keluar dari lift, masuk lagi karena salah jalan, dan untungnya liftnya ga ada orangnya, jadi ga terlalu malu juga, hehehe.

Jam 19.20, gw ama Ridwan udah nyampe lagi di XXI, disana ketemu Kifly bareng adeknya dia, ternyata nonton CITY OF EMBER juga. Nunggu deh sambil ngobrol-ngobrol, tapi kenapa sih XXI Cuma nyediain kursi sedikit, heran, padahal kan banyak orang yang nunggu.

Teater 4 telah dibuka, bagi para penonton yang telah memegang karcis harap segera masuk ke Teater 4. Singkat cerita mulai dah filmnya. Jadi gini, ada beberapa ilmuan yang membuat suatu rancangan masa depan untuk menyelamatkan manusia. Rancangan itu ditulis dalam sebuah kertas dan disertakan kunci di dalamnya, dan kemudian dimasukkan ke sebuah kotak yang disetel timernya dan baru bisa dibuka 200 tahun lagi. Kemudian kotak itu diserahkan kepada walikota, walikota itu menyerahkan kepada walikota penerusnya, begitu terus sampai akhirnya rantai itu terputus dan kotak itu terabaikan.

Another story, ada sebuah kota yang bernama CITY OF EMBER. Kota ini berada di bawah permukaan bumi, karena udara di permukaan bumi telah penuh dengan racun. Kota itu hidup dengan bantuan generator yang mensuplai listrik dan menyalakan lampu, karena hanya lampu yang merupakan sumber cahaya satu-satunya.

Singkat cerita ada 2 orang remaja yang berprofesi sebagai kurir pesan (messenger) dan ahli pipa. Salah satu diantara mereka menemukan kotak yang dibuat oleh para ahli 200 tahun silam. Tapi ia mendapati catatan di dalamnya telah dirusak oleh adiknya yang suka memasukkan apa saja ke mulutnya. Lalu dibantu temannya, ia berusaha memecahkan misteri pesan itu.

Pada saat yang sama, generator di kota itu sudah rusak, dan tidak lama lagi kota akan gelap total. Dan dikabarkan pula sedang terjadi krisis makanan. Oleh karena itu, walikotanya mengumumkan kepada seluruh masyarakatnya untuk bekerjasama memecahkan masalah tersebut.

Dalam perjalanan memecahkan misteri tersebut, dua orang remaja tersebut mendapati bahwa ada gudang persediaan makanan yang sangat banyak dan tidak diduga-duga bahwa walikota menyembunyikan hal ini dari masyarakatnya. Lantas salah satu dari mereka berdua, melaporkan hal tersebut kepada salah satu petugas di kantor walikota. Tidak dinyana, ternyata ia justru bukannya dibantu tetapi malah dilaporkan kepada walikota yang telah mencuri makanan tersebut. Pada saat berhadapan dengan walikota, anak tersebut membawa kotak yang ditemukannya. Dengan paksa walikota meminta kotak tersebut, tetapi keberuntungan berpihak kepada remaja tersbut, karena ia berhasil melarikan diri dan mengambil sesuatu dari saku baju walikota tersebut.

Lalu bersama temannya, ia lari ke suatu persembunyian dan ternyata benda yang diambil dari saku walikota tersebut adalah pasangan dari kunci yang terdapat di kotak tersebut. Didapati bahwa terdapat suatu lambang yang merupakan lambang generator kota tersebut. Sambil membaca petunjuk yang terdapat di kotak tersebut, mereka berusaha mencari jalan keluar dari kota tersebut, karena selama ini keluar dari kota tersebut adalah pelanggaran hukum.

Perjalanan mereka cukup panjang, dan akhirnya mereka tiba dipermukaan bumi. Lalu mereka mengabarkan hal tersebut kepada seluruh warga CITY OF EMBER. Fin.

Ceritanya sih cukup bagus, tapi gw BINGUNG satu hal, kan di awal diceritakan bahwa permukaan bumi telah tercemar, lantas kenapa solusi dari permasalahan dalam cerita tersebut adalah dengan cara mengajak seluruh warga kota untuk pergi ke permukaan bumi. Suatu hal yang agak ga nyambung.
Mungkin kalo diantara teman-teman yang udah pada nonton, tolong jelasin ke gw tentang hal yang ga gw mengerti ini, OK!