Monday, June 15, 2009

Filled Under: ,

CAS SMANSA BALIKPAPAN 2009

Monday, June 15, 2009

Pada masa-masa awal kelas 3, OSIS menempelkan pamflet di beberapa lokasi di sekolah. Pamflet itu berisi tentang penawaran kepada kelas 3 untuk menjadi panitia pembuat Film CAS dan Yearbook. Hmm, wah kesempatan bagus nih, gw pengen banget dah bikin CAS. Yang berminat, silakan ngumpul di kelas 3 IPA 6 sepulang sekolah.

Bel sekolah berbunyi, dan gw pun bergegas menuju kelas IPA 6. Belom ada siapa-siapa disana, gw nunggu. Beberapa menit kemudian anak-anak OSIS datang. Dan akhirnya terkumpul beberapa orang, lebih tepatnya banyak orang.

Setelah didiskusikan, akhirnya terbagilah orang-orang tersebut menjadi 2 kelompok. Yaitu panitia pembuat CAS dan Yearbook. Kami Tim CAS yang terdiri atas, Gw, Alfian, Febi, Luthfi, Ichal, Gangga, Putri, Saskia, Egra, Sergio, Noni, dan Juan akhirnya berdikusi siapa yang menjadi ketua kelompok. Dan setelah didiskusikan akhirnya gw yang jadi ketua kelompok, gw agak keberatan sih awalnya, tapi karena pada memaksa ya udah *apasih.

Hari-hari berlalu, kami membagi tugas. Dan tugas yang harus dilakukan setiap hari adalah yang memiliki handycam harus standby setiap hari untuk menangkap momen-momen yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Wah, handycam gw yang paling besar dan berat, tapi ga apa-apa lah, gw seneng kok.

Beberapa hari kemudian, kami mengadakan rapat untuk merekrut beberapa orang lagi untuk membantu kami, dan ternyata diluar dugaan, peminatnya lumayan banyak. Dan dengan berat hati beberapa orang kami tolak, maaf ya teman-teman.

Minggu-minggu sudah kami lewati, tak terasa sudah lewat 3 bulan, kami belum juga melakukan apa-apa terhadap video hasil rekaman kami, ga tau kenapa, mood gw jadi turun. Akhirnya pada suatu hari, kami berkumpul di rumahnya Alfian, untuk melihat semua hasil rekaman kami, banyak banget, 6 jam baru selesai, 4 kaset. Dan akhirnya kami mulai mentargetkan, event apalagi yang harus di-capture, yang belum sempat di-capture. Alhamdulillah, banyak event-event berharga yang dapat kami tangkap.

Ga terasa, udah Bulan Maret 2009, event yang kami tangkap banyak banget, mulai dari nyontek (mode hidden camera), yang gila gilaan, sesi potret yearbook, wawancara, ambil nilai kesenian, belajar bareng, cukur gratis by Mr Winarko, sampe yang pacaran, berantem juga ada, semuanya BUKAN REKAYASA.

Bulan April, wah semakin dekat dengan deadline, akhirnya sesi editing video dimulai. Softwarenya berat intallernya aja 2 GB, untungnya si Vebi punya laptop oke, jadi lancar deh. Film akan dibuat dalam 3 bagian, yaitu Sahabat, Cinta, dan SMANSA.

Proses editing juga berjalan tidak mulus, ada masalah, yakni bagaimana kita memindahkan video dari kaset analog mini DV ke bentuk file digital. Tiba-tiba gw inget, gw punya hardwarenya, langsung dah gw install di komputernya Ichal (eh Chal, blum gw ambil lagi yah? Kapan nih?). Sampe jam 11 malem disana, dan akhirnya Ichal yang melanjutkan konversi video itu.

Sementara file dipindah, yang lain melakukan editing. Kami menggunakan 3 komputer (2 laptop, 1 PC). Di laptop Vebi, gw ma yang laen bikin openingnya, sama ngerapiin bagian yang kurang bagus. Di laptop satunya Vebi dkk membuat bagian sahabat dan cinta, ternyata kami kedatangan 1 anggota baru, Renaldi.

Lama juga editing, hampir 1 minggu kami nge-lembur, sampai menjelang UAN. Pas UAN, aktivitas kami menurun, karena emang harus belajar ekstra. Selesai UAN, dikebut lagi kerjaannya. Masih banyak yang belum terkumpul. UAS tiba, wah musti kebut lagi nih, UAS tanggal 4, 5, 6 Mei, prom tanggal 6 Mei. Habis UAS pasti ke tempatnya Vebi, editing video, sampe malem kadang-kadang.

Wah tanggal 6 Mei, UASnya Cuma pelajaran komputer, ga sampai dua jam selesai. Langsung cabut ke tempatnya Vebi, apapun yang terjadi, film harus selesai hari ini, ga mau tau. Sampai disana, buru-buru ngerjain, aduh gw stuck lagi, ga ada ide pusing, padahal bagian SMANSA belum selesai, akhirnya gw minta bantuan Putri, Saskia, Noni, dll. Sementara gw ngerapiin bagiannya Vebi yang dah hampir rampung.

Ada sesi yang menarik, sesi rekaman suara, setelah dimusyawarahkan akhirnya diputuskan bahwa suaranya Alfian lah yang akan diapakai, karena suaranya yang sekseh. Setiap rekaman, pasti dibelakangnya ada suara “...hhhh” :D Hehehe . . .

Yep, tiba saatnya untuk rendering (proses konversi dari project movie ke dalam bentuk file film yang sebenarnya). Proses rendering bagian sahabat berlangsung dengan lancar, alhamdulillah. Sekarang tinggal yang bagian cinta. Astagfirullah, Jedeeeeerrrr, bagai kesamber petir, laptopnya nge-hang, aduh panik sudah, akhirnya gw matiin dengan paksa, pencet tombol power lama-lama. Gw nyalain lagi, aduh lama bener, windowsnya kok ga loading-loading ya. Kami tunggu selama ½ jam, tapi ga juga muncul-muncul, aduuuhhhh, matiin lagi, nyalain lagi, tetep ga bisa. Diemin sebentar lah, mungkin dia kecapekan. Nyalain lagi, tetep ga bisa, akhirnya ada yang punya solusi CERDAS, yaitu mencabut baterainya, kemudian memasang lagi. Dan, alhamdulillahirabbil’alamin, laptop kembali . . . Fiuhhhhhh . . .

Proses dimulai, dengan harap-harap cemas kami menunggu, sekarang udah jam 16.00, 3 jam lagi prom dan film juga belum selesai. Sampai 50% proses berjalan dengan lancar, tapi tiba-tiba nge-hang ditengah jalan. Astagfirullah, kenapa lagi nih, akhirnya kami melakukan ‘ritual’ yang sama seperti sebelumnya, tapi ga mau hidup-hidup juga laptopnya. Udah jam 17.00, akhirnya laptopnya bisa nyala, rendering dimulai, selama rendering kami beristigfar sebanyak-banyaknya, berdoa dengan harapan tidak nge-hang lagi. Yang perempuan udah ada yang hampir nangis, gw nervous abis, yang laen juga.

Setengah jam kemudian proses selesai, alhamdulillah, film bisa diputer dengan lancar. Yang terakhir adalah bagian SMANSA, rendering sukses, tapi ada kesalahan, yakni videonya belum diubah rationya dari 4:3 ke 16:9, aduh musti ulang lagi, tapi ga sempet, akhir laptop gw bawa pulang.

Sampe rumah hampir jam 6pm, ga sempet haircut, langsung mandi, siap-siap, dan ngelanjutin yang tadi. Astagfirullah, kenapa setiap buka Pinnacle langsung ter-close sendiri, ga bisa render, udah hampir 10 kali kayak gt, akhirnya gw nyerah, dan gw pake file yang tadi.

Demi keselamatan bersama, silakan kenakan sabuk pengaman anada, tegakkan sandaran kursi, dan lipat meja di depan anda, eh salah. Demi keselamatan data, gw bikin backup di tiga tempat, di harddisk (ada dua) dan di DVD 1 dan di laptop gw 1.

Ke prom, gw telat nih, hampir jam 8 baru dateng, disambut oleh seksi perlengkapan untuk mengatur laptop. Jam 9.30an gw, Alfian dan Saskia, serta Noni, melakukan persiapan, karena suaranya Alfian belum sempet dimasukin ke Video jadi akhirnya kami memutuskan untuk melakukannya secara manual, yaitu berbicara langsung via microphone. Pada saat melakukan timing dusrs agar pas, kami menemukan sedikit masalah, ada video yang susah diputer, tapi akhirnya bisa.

Jam 23.45, saatnya pemutaran video, gw ga bisa tenang, begitu juga dengan kawan-kawan 1 tim, kami berdoa, harap-harap semoga ga ada kesalahan teknis. Bismillahirrahmanirrahim, film dimulai. Dag dig dug pada saat gw mencet tombol ‘play’ di laptop.

Lancar, alhamdulillah, itulah yang kami ucapkan pada saat pemutaran bagian pertama. Bagian pertama selesai, deg, masuk ke bagian cinta. Deg deg deg, awal-awal lancar, tapi pas scene renaldi nengok langsung hang, Astagfirullah, kenapa ini, panik mode: ON BANGET. Bingung, gw utak atik, ga bisa jg, diulang, GA BISA. Akhirnya gw mutusin buat pakai media lain, DVD. Masuk DVD, loading, reading, Ya Allah, bisa bisa bisa. Pas dicoba ternyata sama aja, coba lagi, ga bisa. Ganti media, harapan terakhir kami, harddisk, kami udah panik berat, bingung, banyak yang mulai bosan nunggu, akhirnya ada yang pulang.

Untungnya, host sempat menyelamatkan kami dalam beberapa menit, mereka ngisi acara yang kosong selama komputer hang, thanks guys. Gw udah mulai putus asa, ada yang udah mulai berkaca-kaca matanya. Akhirnya gw buat keputusan, kita skip aja bagian ini, lanjut ke bagian 3, tapi pada protes, jangan bar, coba lagi, ga bisa, udah hampir 10x dicoba, tapi ga bisa, ayo bar coba lagi . . .

Karena terlalu lama, akhirnya acara dilanjutkan dengan renungan, selama renungan kami ga bisa mengikuti dengan baik, karena panik. Renungan selesai, tiba-tiba Pak Made bilang bahwa acara pemutaran film ga bisa dilanjutkan, karena waktu sudah menunjukkan 12.30am, kami ngotot, 10 menit aja pak, ya tapi kalao dikenai charge saya ga maua tau, ga kena charge kok Pak, 10 menit aja ya Pak, bener ya 10 menit, kalo lewat saya gak mau tau lagi . . . Alhamdulillah . . .

Akhirnya diputarlah bagian yang ketiga tadi (setelah melalui perundingan yang alot), dan tiba-tiba soundsystemnya tidak berbunyi, aduh kenapa lagi, film udah beres sekarang soundsystem. Kabelnya longgar, dibaikin ga bisa-bisa, waduh gimana nih, panik lagi . . .

Ada solusi CERDAS yang tiba-tiba muncul, menaruh microphone di speaker laptop, keluar juga suaranya, ya ga sebagus kalo pake jack stereo sih, ga apa lah, udah emergency ini. Tiba saatnya Alfian untuk narasi, alhamdulillah lancar.

Pada akhir film, kami semua memutuskan untuk ke depan panggung untuk mengucapkan permintaan maaf yang sebesar besarnya atas kesalahan teknis yang terjadi, dan teman-teman bisa memakluminya. Thanks guys.

Pulang, dah jam 1am. Di jalan gw masih kepikiran kejadian tadi, bisanya ituloh, pas gladi bersih padahal lancar . . .

- - -

Tetep gw merasa ada yang kurang dalam prom night, ntah kenapa gw ngerasa bersalah banget, mungkin temen-temen CAS juga gt. Tapi yah mau diapain lagi, setidaknya kita bisa memberikan pembukaan (bagian 1) dan penutupan (bagian 3) walaupun kehingana bagian tengah.

Terima kasih teman-teman untuk kerjasamanya selama ini, mohon maaf apabila ada kata-kata dan perbuatan saya yang tidak berkenan di hati kalian.

Teruntuk rekan-rekanku di CAS SMANSA BALIKPAPAN 2009
(Alfian, Febi, Luthfi, Ichal, Gangga, Putri, Saskia, Egra, Sergio, Noni, Renaldi, Juan)

Buat yang mau download CAS, klik disini.
Passnya 4 digit angka yang ada di cover dalam yearboook 2009