Tuesday, June 30, 2009

Filled Under: ,

Hampir saja . . .

Tuesday, June 30, 2009

Sekitar setahun yang lalu, saya dan keluarga berlibur ke Jakarta. Perjalanan dari Balikpapan – Jakarta – Bandung – Jakarta – Balikpapan sekitar 1 minggu. Singkat cerita, setelah berlibur kami pulang ke Balikpapan dengan menggunakan transportasi pesawat udara. Airlines yang beruntung adalah Garuda Indonesia (apasih).

Pada hari itu, Selasa 8 Juli 2008 kami akan pulang, jadwal penerbangan adalah pukul 19.25 dengan nomor penerbangan GA 522 tujuan Balikpapan. Kami tiba di airport sekitar jam 16.30, sejam kemudian lalu kami check-in. Pada awalnya tidak ada masalah, semua berjalan sesuai dengan rencana.

Kemudian kami menunggu di ruang tunggu, setengah jam sebelum keberangkatan. Sekitar sepuluh menit kemudian, ada pemberitahuan dari pihak airlines bahwa ada penundaan, karena pesawat belum tiba dari Medan. Penundaan sekitar setengah jam, setengah jam kemudian kami dapat pemberitahuan lagi, bahwa masih akan terjadi penundaan tetapi tidak diketahui berapa lama (seingat saya). Sampai sekitar pukul, 21.30 masih terjadi penundaan, namun beberapa menit kemudian kami dipersilakan untuk boarding karena pesawat sudah tiba (akhirnya).

Semua penumpang masuk, seperti biasa penumpang dengan nomor kursi besar boarding terlebih dahulu. Semua akhirnya berada di dalam pesawat. Di dalam pesawat, saya merasa agak aneh karena udara sangat panas dan pengap, tidak biasanya seperti ini, sepertinya AC belum/tidak dihidupkan. Pintu di tutup, pesawat didorong ke belakang untuk bersiap-siap take-off. Namun jeda waktu antara pesawat setelah didorong dan akan berjalan sangat lama, biasanya tidak sampai dua menit pesawat sudah bergerak.

Saya merasa sepertinya ada yang tidak beres, karena AC belum juga menyala. Kecurigaan saya terbukti, beberapa menit kemudian, pilot memberikan pengumuman bahwa terjadi masalah pada mesin sebelah kanan, jadi kami harus ganti (pindah) ke pesawat lain. Astagfirullah, hampir saja, Ya Allah terima kasih Engkau masih menyelamatkan kami. Untung saja, kalau saja pesawat terpaksa diterbangkan, mungkin cerita ini tidak akan tertulis . . .

Semua penumpang dipersilakan untuk turun, dan sambil menunggu kami diperbolehkan untuk makan di salah satu kafe di Bandara dengan tanpa membayar biaya :). Saat itu, adalah pukul 21.52. Setelah makan, sekitar jam 22.30 kami dipersilakan untuk boarding ke pesawat yang berbeda tentunya.

Ternyata memang sangat terasa bedanya antara pesawat yang pertama dengan yang kedua, kali ini AC sudah dinyalakan. Akhirnya kami take-off beberapa menit kemudian. Di pesawat, karena sudah lelah, setelah makan, saya ingin tidur, sudah tidak tahan lagi. Tapi orang di barisan belakang kedua dari saya, malah asik ngobrol. Tidak tanggung-tanggung, mereka (3 orang) ribut sekali, tertawa terbahak-bahak, serasa naik bus kota. Lalu saya memanggil salah satu pramugari untuk memberitahukan mereka agar tidak ribut, karena kami ingin istirahat. Tapi pramugari bilang, maaf mas saya gak bisa karena hak penumpang disini semua sama, kalau mau mas bilang sendiri aja. Iya sih, bener juga, sama-sama bayar, tapi gimana caranya ngomong ke mereka, bapak-bapak pula.

Ya udahlah, ngapain takut, orang mereka ribut banget, lagian juga pasti ada orang lain yang ngerasa terganggu oleh mereka. Akhirnya, saya ke toilet di kabin belakang, di toilet saya ambil kertas dan pulpen, tulis pesan yang isinya minta tolong supaya mereka diam, ya bahasa yang sopan pastinya. Keluar toilet, lewat kursi mereka lalu saya langsung memberikan kertas itu kepada mereka, tanpa bicara apapun. Duduk di tempat saya kembali, lalu beberapa detik kemudian sudah tidak terdengar lagi suara mereka, alhamdulillah, akhirnya bisa juga tidur . . . z z z z z z . . .

Kami tiba di Balikpapan hampir jam 2 pagi, kayak pulang dari Eropa aja, -.-".
----

Sekian, cerita ini hanya sekedar sharing. Saya sendiri sebenarnya merasa sedikit kecewa karena keterlambatan tersebut, tapi kami merasa beruntung, karena penundaan tersebut tidaklah sia-sia. Setidaknya sebagai perusahaan penerbangan Nomor 1 di Indonesia ini masih bisa bersikap professional walaupun sudah tengah malam, yang notabene ketika tengah malam kebanyakan orang sudah mengantuk dan marah-marah bahkan kehilangan pikiran ketika mengalami suatu masalah :).