Friday, July 10, 2009

Filled Under: ,

Enam jam di bandara . . . (PART 2)

Friday, July 10, 2009

Sambil menunggu waktu di boarding yang 3 jam dan 5 menit lagi (sesuai jadwal), gw mau ngebahas satu hal nih. Kali ini gw tertarik buat ngebahas tentang online payment.

- - -

HEMAT KERTAS DAN SELAMATKAN LINGKUNGAN DENGAN ONLINE PAYMENT

Yap, judul yang sangat tepat. Karena jaman sekarang banyak sekali pembayaran yang bisa dilakukan dengan cara online. Mulai dari pembelian tiket, berbelanja, sampai pendaftaran masuk universitas pun juga bisa dilakukan secara online. Selain itu, dengan online payment, kita dapat membantu untuk mengurangi penggunaan kertas, kenapa? Karena uang terbuat dari kertas, ketika uang yang dibuthkan sangat banyak tentu saja BI akan mencetak uang lebih banyak, dan pohon yang harus ditebang semakin banyak. Walaupun uang sebenarnya hanya berputar saja, tapi kita lihat, permintaan uang kartal pada saat-saat tertentu sangat besar, pada Idul Fitri misalnya. Banyak orang yang menukarkan uang pecahan besar ke pecahan kecil.

Begini, jumlah kertas yang digunakan untuk mencetak 1 lembar uang lima puluh ribu rupiah sama dengan jumlah kertas yang digunakan untuk mencetak uang pecahan seribu rupiah. Kalau orang menukarkan sepuluh lembar uang lima puluh ribu rupiah, maka ia akan mendapatkan 500 lembar uang pecahan seribu rupiah, kebayang kan banyaknya 500 lembar uang seribu rupiah. Tentu saja, hal ini menyebabkan uang yang harus dicetak semakin banyak, kertas yang dibutuhkan semakin banyak, pohon yang ditebang semakin banyak. Walaupun BI me-recycle uang yang sudah tidak layak, tapi apa sebanding dengan produksi uang, yang logikanya ga semua uang yang dikeluarkan BI akan kembali lagi ke BI.

Dengan online payment penggunaan kertas bisa berkurang. Karena seperti ini, ketika kita menabung di bank, uang yang kita tabungkan akan tersimpan dalam rekening kita dan tercetak nominalnya di buku tabungan. Misalnya kita menabung sebesar 1 juta rupiah, maka uang yang kita setorkan ke bank akan “berubah wujud” menjadi nominal, jadi uang kita yangsenilai 1 juta itu, bukan lagi uang kartal/fisik.

Selanjutnya, ketika suatu saat kita membeli sesuatu, kita bisa menggunakan kartu ATM yang kita miliki untuk melakukan pembayaran secara debit. Tinggal gesek, maka uang dalam tabungan kita akan berkurang sesuai jumlah pembayaran yang kita lakukan. Dengan cara ini kita bisa menghemat penggunaan kertas, kali ini kita hanya menggunakan kertas untuk bukti pembayaran saja.

Contoh lain, online ticketing, ketika anda ingin memesan tiket pesawat misalnya, saya sarankan sebaiknya online saja. Prosesnya, misal anda telah melakukan reservasi tiket di maskapai A (secara online tentunya),Anda akan mendapatkan kode yang digunakan untuk pembayaran via ATM atau internet banking, selanjutnya Anda dapat pergi ke ATM dan melakukan pembayaran, setelah selesai pembayaran, struk dari ATM itulah yang menjadi tiket Anda. Lagi-lagi kita menghemat penggunaan kertas.

Ada contoh lagi, yang sebenarnya dapat dilakukan oleh siswa SMA ketika mendaftar di perguruan tinggi. Kita bisa menggunakan kartu ATM untuk pembayarannya, selain lebih praktis, penghematan kertas lagi-lagi dapat dilakukan. Penghematan kertas terjadi pada saat kita melakukan pembayaran via ATM, karena hanya sepotong kertas kecil yang digunakan. Berbeda jika kita pergi ke Bank lalu mengggunakan resi yang tersedia, satu set resi bisa 3-4 lembar kertas berukuran sedang. Boros, selain itu merepotkan, kita harus antri lagi.

Selain ATM, anda juga bisa menggunakan internet banking ataupun mobile banking.

Sebenarnya banyak cara, tetapi kembali kepada kita, MAU ATAU TIDAK, itu saja, ga lebih.

Lima puluh tiga menit lagi boarding . . .