Saturday, July 11, 2009

Filled Under: ,

Review (tempat nonton) Film . . .

Saturday, July 11, 2009

Selama 56 hari di Bandung, yang hampir 80% total waktu yang gw miliki gw habiskan buat belajar, dan tes-tes masuk universitas. Ga kebayang, akan se-stress apa kalau ga ada hiburan sama sekali. Karena belum bisa pergi ke tempat-tempat wisata, gw milih buat nonton ke bioskop aja, lebih murah, selain itu selalu ada film baru yang up-to-date.


Film pertama yang gw tonton adalah “Knowing”, pada tanggal 16 Mei 2009 di 21 Empire BIP. Penasaran aja, karena di Balikpapan blum diputer-puter. Jam 18.40, di teater 6 film dimulai. Filmnya sih ok, tapi gw rada bermasalah sama studionya yang sangat sempit, kursinya rapat-rapat, pokoknya terkesan memaksa deh, and jarak ke layar terlalu dekat, meskipun duduk di Row B (Row A paling atas). Trus eskalator menuju Empire ternyata sangat memancing adrenalin, tolong dong Pak diperbaiki, getarannya sangat dahsyat tuh.


Film kedua adalah “Night at The Museum 2: Batte of Smithsonian”. Karena belum pernah ke Blitzmegaplex, pengen nyobain disana, lagian harga tiketnya sama kayak di BIP. Hari Senin, 1 Juni 2009, jam 19.15 (auditorium 2) bertepatan sehari setelah USM-ITB gw sama Ridwan ke Paris Van Java (PVJ), itung-itung refreshing lah. Emang sih, beda di blitz, tempatnya lebih mewah dan lebih elegan. Layarnya juga emang lebar banget, emang sih, memenuhi lebarnya auditorium tersebut, blitz juga mengklaim layar mereka lah layar terlebar se-Indonesia, tapi soal sound system, kok kayaknya kurang nendang ya?

Film ketiga adalah “Angels and Demon”, di Blitzmegaplex lagi, Hari Senin, 8 Juni 2009, jam 18.15 (auditorium 7) seminggu setelah film pertama yang gw tonton di Blitz dan tiga hari sesudah SMUP UNPAD. Komen gw idem aja deh.







Kapok ke PVJ, karena jauh dan supir angkot yang selalu setia menanti penumpang, kali ini gw nonton di XXI Ciwalk. Pengen tau juga kayak apa XXI disini. Hari Selasa, 16 Juni 2009 gw penasaran pengen nonton “Ketika Cinta Bertasbih” yang kayaknya booming banget. Gw dapet tiket jam 17.05 di studio 6. Kesan pertama, tempatnya bagus, ga terlalu berlebihan mewahnya, ya pokoknya rata-rata XXI di kota lain lah, proporsional. Yang gw kurang sreg dari dulu kalo di XXI tuh cuma layarnya, studionya besar, tapi layarnya kurang lebar, jadi yang duduk paling atas ngelihatnya terlalu kecil. Sama 1 lagi deh kritiknya, urinoir di toilet pria jangan dipasangi yang otomatis, manual aja, soalnya kadang ga respon yang otomatis. Tapi overall gw suka XXI Ciwalk.

Ga nyesel datang ke Ciwalk, karena jarak yang relatif lebih dekat, hari Kamis, 25 Juni 2009 (H-5 SNMPTN), jam 18.00 gw nonton “Transformers 2: Revenge of The Fallen”. Sebelumnya, perlu perjuangan dan doa untuk mendapatkan tiket tersebut, karena hari itu adalah hari kedua film tersebut rilis. Sempat berpikiran buat nonton di Pemiere, tapi tiketnya mahal gila, 333% lebih mahal, ga ah. Alhamdulillah, ternyata masih ada satu kursi kosong di studio 2, kursi diatas, paling pinggir, ga apalah, untungnya saya masih single :). Ternyata emang kurang nyaman duduk paling pinggir, ngelihatnya musti nyamping, terus efek suara jadi terasa biasa saja, ga sehebat kalo duduk di tengah.


SNMPTN berlalu, oh yess saatnya refreshing, bersama sepuluh teman-teman gw, gw ke XXI Ciwalk. Gw sekarang lebih prefer nonton disitu, daripada di BIP atau PVJ, karena harga tiketnya juga sama aja, pokoknya paling klop di XXI Ciwalk lah. Kali ini gw ngajak temen-temen gw nonton “Ice Age 3: Dawn of The Dinosaurus” versi 3D. Wow, pertama kali gw nonton film 3D. Untuk dapat menikmati versi 3D, kali ini gw harus merogoh kocek lebih dalam, sekitar 67% lebih banyak daripada biasanya. Tepat pada hari Kamis, 2 Juli 2009, pukul 12.45 di studio 6 kami mulai nonton Ice Age. We were so excited with 3D effects :) Kacamatanya keren, sayang ga ada yang jual :D. Pokoknya salut dah XXI bisa menghadirkan film 3D.


Bulan Agustus ntar ada rencana nonton bareng “Harry Potter and Half-Blood Prince” SMANSA BPN lulusan 09. Rencananya ntar nonton bareng ga cuman di satu tempat, tapi di seluruh Indonesia termasuk luar negeri, nonton bareng di hari dan jam yang sama. SETUJU ?? Buat yang di Jakarta, Bandung, dan Surabaya bisa nonton yang 3D :).

Oh ya, untung saja ga jadi nonton di Premiere, menurut info yang saya dapet, ketika film diputar banyak waiter dan waitress yang sibuk mengantarkan pesanan makanan dan minuman selama film diputar, jadi ga nyaman nontonnya.

Pengumuman SNMPTN tanggal 1 Agustus 2009, Ya Allah semoga aku diterima di ITB. Amin amin allahuma amin, doakan ya . . . :)

Kesimpulan:

  • Kalau mau deket, nontonnya di 21 Empire BIP, dengan konsekuensi studio yang relatif lebih sempit.
  • Kalau mau eksklusif, Blitzmegaplex tempatnya, tiket lebih mahal pada hari-hari tertentu adalah konsekuensi yang harus dibayar untuk ke-eksklusifan tersebut.
  • Kalau mau yang pas, ya di XXI Ciwalk,tapi jalan kesana itu sangat amat padat.
  • Film yang diputar di 21 Empire BIP umumnya film Indonesia ya banyak yang horror-horror dan love-love gitu deh.
  • Kalo di Blitz, kebanyakan box office, umumnya emang buat dewasa, tapi kadang filmnya udah basi.
  • Kalau mau nonton bareng temen-temen dan keluarga, ya XXI Ciwalk tempatnya, karena film yang diputar disana umumnya ber-genre family, comedy, dan drama. Jangan harap akan sering diputar film dewasa disana.
  • Kalo lapar, tapi budget terbatas, sangat tidak disarankan untuk membeli di cafe bioskop manapun, lebih baik makan sebelum atau sesudah nonton :).
  • Gw belum bisa mereview bioskop-bioskop lain di Bandung (yang nota bene ada 10 bioskop di Bandung), karena belum sempet keliling :D.
  • Untuk sementara pilihan gw jatuh pada XXI Ciwalk, selamat buat XXI Ciwalk :D. Yang lain tetap semangat dan terus berusaha . . . :D *apasih