Monday, July 06, 2009

Filled Under: ,

SNMPTN dan Ice Age . . .

Monday, July 06, 2009

Wah wah, lama ga posting *padahal belum ada seminggu . . .

Banyak sebenernya yang mau diceritain . . .

Jadi begini, tanggal 1-2 Juli 2009 gw bersama seluruh peserta SNMPTN di Indonesia melaksanakan ujian SNMPTN. Kebetulan gw dapet tempat di UNISBA (Universitas Islam Bandung) yang berlokasi di Jalan Tamansari. Gw disana sama temen-temen seperjuangan gw dari SMAN 1 Balikpapan, ada Elin, Taki, Nia, Demz, dan Masbe. Gw sendiri dapet di ruang 17 bersama Nia, Taki, dan Demz. Nomor urut gw berurutan dengan Nia dan Taki (28, 29, 30) kalo Demz 33. Keren, yaiyalah secara ngambil formulirnya bareng . . . :D Kalo Elin di ruang 18 sedangkan Masbe di ruang 19.



Ok, hari pertama SNMPTN, pertama kami disajikan soal TPA (Test Potensi Akademik) sebanyak berapa soal gitu (lupa). Waktunya 60 menit (kalo ga salah). Pas dibuka, eh kok ada -1nya sih, ah ga asik, padahal kan TPA ga boleh -1 tuh, namanya juga Tes Potensi Akademik, masa potensi lu mau dikurangi gara-gara jawaban yang kurang tepat (bukan salah).
Tapi alhamdulillah, soalnya ‘wajar-wajar’ saja, ga sesulit TPA nya ITB, ya iyalah . . . :D

Selesai, istirahat, lama bener, 45 menit . . .
Akhirnya kita nunggu di tangga, kursinya dah penuh semua, dan Taki membawa kamera, alhasil bernarsis rialah kami . . . :D

Bel berbunyi, masuk kelas, seperti biasa ngisi data ke LJK . . .
Yap, tes kemampuan dasar, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, total 60 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 60 menit. Pertama ngecek kelengkapan soal dulu, pas gw liat bahasa Inggrisnya, masya ALLAH kok text semua, mana panjang-panjang pula . . . -_-“

Mengerjakan, matik selesai, bahasa indo selesai, sisa bahasa Inggris, wawawa, parah banget dah ini, textnya tuh ada 3 dalam 20 soal, dan bacaannya kelas berat banget, bukannya ga ngerti, tapi udah ngomongin soal wanita karir dan ibu rumah tangga, susah nangkap maksudnya. Dan saya menyisakan 3 soal bahasa inggris karna saking udah pusingnya dengan text . . .

Selesai, semua peserta keluar, kecuali kami berempat, ngapain lagi kalo bukan foto-foto dulu . . . :D
Diluar Elin menunggu, langsung disuruh masuk aja, ya sekalianlah foto bareng di ruang ujian SNMPTN, beberapa detik kemudian Masbe datang, dan foto-foto pun tercipta . . . ^_^

“Eh, besok habis SNMPTN nonton yuk!”
“Boleh boleh, emang mau nonton apa?”
“Transformer gimana?”
“Emang bagus?”
“Bagus, keren abis, menurut gw. Eh, tapi ada Ice Age loh”
“Ice Age aja”
“Iya deh, ajakin anak SMANSA yang lain juga”
“Dimana manknya mau nonton?”
“Di XXI Ciwalk aja, bagus disana, lagian tiketnya sama kayak di BIP”
“Ok Ok . . .”

Pulang,
“Naik angkot apa nih?”
“Emang mau kemana?”
“Makan dulu yuk, eh nasi pecel yang km bilang itu dimana?”
“Di gelap nyawang”
“Oh, ayo dah, kesana naik SSC kan?”
“Iya”

Hari kedua, kali ini kami sedikit berkabung, karena hari ini adalah tes kemampuan IPA.
Tes dimulai, soalnya, alhamdulillah bisa, cuma metik agak susah. Waktu hampir habis, dipapan tulis ditulis sia 15 menit, tapi biasanya diingatkan kalau sisa 5 menit, hari ini ga. Jadi gini, ada temen gw, sebut saja Mawar, dalam detik detik terakhir dia masih asik mengerjakan soal-soal tapi LJKnya belum diisi sama sekali. Pas beli bunyi, dia kaget, langsung buru-buru mengisi LJK, pengawas sudah mulai mengumpulkan LJK. Dia panik, tapi mau gimana lagi, akhirnya ketika pengawas tiba di mejanya, dia harus pasrah memberikan LJK pada pengawas, padahal dia baru ngisi sampe nomor 30, dan nomor 30 keatas masih kosong melompong. Padahal soal yang dia kerjakan paling banyak ada di daerah nomor 30 sampai 60 . . . Sabar ya Mawar, kalo emang rejeki ga bakal kemana kok, yang penting berdoa aja . . . :)

Keluar
“Ayo nah cepetan ke Ciwalk, ntar kehabisan tiket”
“Iya iya”
...
“Eh kita nonton yang 3D ya”
“Emang apa bedanya”
“Ya lebih bagus, serasa nyata, ntar kita pake kacamata 3D loh”
“Kacamatanya darisana kan?”
“Ya iyalah”

Film Ice Age 3 baru rilis kemarin, di Ciwalk diputar di 3 studio, dan di salah satu studionya, diputar versi 3D (3 Dimensi), kami mau nonton yang 3D, dan yang pasti tiket untuk 3D lebih sedikit daripada yang biasa dan harganya pun lebih mahal.

“Mau lewat mana nih”
“Terserah aja”
“Mau jalan kaki atau naik angkot? Kalo jalan, lewat pelesiran cepet.”
“Nda mau, naik angkot aja, capek”

Lalu kami naik angkot SSC kemudian dilanjutkan dengan naik angkot Cayo.

Sampai di Ciwalk, kami langsung buru-buru masuk. Dan ketika tiba di lantai 2, dam daram daram, XXI belum buka (jam 10.25), sementara berjibun orang sudah menunggu di pintu masuk, ada juga yang nunggu di bawah (karena pintu masuk berbatasan langsung dengan eskalator).

Beberapa menit kemudian, pintu dibuka, dan orang-orang pun dengan segera menyerbu loket. Gw dapet dibarisan belakang, tapi ga lama dibuka antrian baru, dan gw dapet nomor 3 dari depan.

Biar udah di depan, tapi mbak mbak counter tiket belum hadir, nunggu deh, yah jadi kayak artis aja mereka.
Ga lama mereka datang, dan teman dua orang teman saya pun menghampiri.

“Butuh duit berapa?”
“Hmm, 300rb mungkin, ada kan?”
“Ada, berarti 12 orang kan?”
“Sebenernya masih 11, tapi buat jaga-jaga aja”
“Ok”

Dan pada saat tiba giliran kami
“Mau nonto apa?”
“Ice Age yang 3D Mbak.”
“Yang jam 12.45?”
“Ya”
“Mau duduk dimana?”
“Hmmm, wah yang row D dah penuh ya?” (basa basi mode: ON)
“Iya, berapa orang Mas?”
“Hmm, 11, ya udah deh mbak, di F aja, 6 di kanan, 5 di kiri”
“Disini sama disini ya?” (apa bedanya coba?)
“Iya”
“Ice Age yang 3D ya?”
“Iya”
“Ice Age yang 3D?”
“Iya” (nanya mlulu nih, ga percaya kah?)
“Ice Age 3D, 11 orang, 275rb”
“Ini mbak” (ngasih duit 300rb)
“Ada 25rb?”
“Ga ada mbak”
“Ini kembalinya, di teater 6 ya”
“Makasih Mbak”

Akhirnya kami turun, karena masih 1 jam lagi.
“Eh makan dulu yuk, laper nih”
“Ayo, dimana?”
“Ga tau, liat-liat aja dulu”
....
“Disitu kah”
“Mana?”
“Itu seberang jalan”
Selesai makan

“Ayo sholat”
“Ayo, eh tapi mushola dimana?”
“Tanya satpam”
...
“Mas mushola di sebelah mana?”
“Kalo yang wanita di lantai 1, kalo yang pria di lantai 2”
...
“Demz, kita mau sholat, kamu gimana?”
“Aq keliling-keliling aja dulu”
“Ok”

Kami berpencar, sambil menunggu teman-teman yang belum datang dan menunggu waktu sholat yang tinggal 5 menit lagi.
Tut...tut...
“Bar, naik angkot apa dari Dago?”
“Cayo, bilang aja Ciwalk”
“Ok”

Tut... tut...
“Bar, kata temenku kalo naik Cayo ga bakalan nyamep ke Ciwalk”
“Bah, nyampe kok, tadi aja kita naik itu”
“Kata temenku, ‘kalo naik Cayo ga bakalan nyampe ke Ciwalk deh, ih sumpah’.”
“Nyampe nyampe, bilang aja ma supirnya.”
“Iya, ntar aku telpon lagi ya”
“ok”

Tut...tut...
“Bar, Ciwalk dimananya?”
“Udah nyampe mana?”
“Ga tau”
“Udah lewat SMA 2?”
“Udah, ntar kamu liat aja sebelah kanan ada tulisan Ciwalk yang ada arah panah ke kiri, Ciwalk sebelah kiri jalan”

Tut..tut...
“Kamu dimana?”
“Ga tau, tadi aku liat ada tugu yang ada tulisannya XXI, Yogya, aq stop disitu”
“Oh, ya udah bener itu, sekarang masuk aja”
“Lewat mana?”
“Tanya satpam aja”

Dan akhirnya, kami pun bertemu dengan dia, dia pun sangat terharu, hiks hiks . . . :)

“Sholat dulu yuk”
“Ayo”

Selesai sholat
1 message received “Bar, q dah di XXI”

Langsung ke atas, ketemu.
“Siapa aja Bar yang ikut?”
“Ada sebelas, Aq kalian berdua, dan delapan orang yang lain” :D

Tut..tut..
“Nes, kamu dimana?”
“Udah di Ciwalk ni, kamu dimana?”
“Aq dah di XXI”
“Oya udah, aq naik deh”
“OK”

Tut..tut..
“Bar, kamu dimana?”
“Di XXI, kamu dimana Ryan?”
“Udah di XXI juga”
“Dimananya?”
“Deket antrian panjang”
“Aq di deket, mana ini ya, pokoknya dari pintu masuk kamu langsung aja ke kanan”
“Oy, aku dibelakangmu . . .”

“Demz mana?”
“Ga tau, tadi kan kita misah”
“Coba telpon”
...
“Ga diangkat”

“Eh, foto dulu yuk”
“Ayok”
...
Duh susahnya banyak orang lewat pula
“1, 2, 3 . . . jepret. Gelap, ulang lagi ya”
“1, 2, 3 . . .” Jepret, dan ada orang lewat . . .
“Dasar kamu bar”
“Sekali lagi, 1, 2, 3..” jepret dan hasilnya bagus
...
“Gantian nah”
“Sini-sini, 1, 2, 3 . . .”
“Nah bar, coba gitu, nda profesional kamu :P”
“Dasar”

Demz datang . . .

Tung ning nung ning, Pintu teater 6 telah dibuka, para penonton yang telah memiliki karcis, dipersilakan masuk ke Teater 6, berulang sampai entah berapa kali . . .

Di Teater 6, di pintu masuk dikasih kacamata 3D, jangan dipake dulu, ntar ga bisa liat jalan. Duduk di kursi, baru dipake, dan melihat trailer-trailer film dalam format 3D. Wih keren banget, serasa gambar mencuat dari layar *nda gitu juga sih.
“Nes, dipake kacamatanya, asik loh”
“Iya aku tau asik, tapi masih banyak orang di depan.”

Film dimulai, sebeluanya ditampilkan, please use 3D glasses.
Dan dipakai, film mulai, wow asik. Coba buka kacamata, wow sangat ga asik, gambarnya bikin pusing. Pakai lagi, wow asik :D

Scene pertama, yaitu seperti biasa, diawal oleh Scrat yang mencari kenari, dia mendapati kenari ada diujung sana, lalu dia bergegas mengambilnya, dan ketika dia telah sampai kenarinya telah hilang. Dia curiga ada yang mengambilnya, dan dia tiba-tiba melihat Scratte(kalo ga salah) yang cantik jelita rupawan, ia jatuh cinta padanya. Disini efek 3D dari kedipan mata Scratte benar benar nyata. Lalu Scrat mendapati dialah yang mengambil kenari tersebut, lalu berusaha merebutnya. Ketika berhasil direbut, Scratte menangis, Scrat iba melihatnya, lalu dengan ragu-ragu iya memberikan kenari tersebut kepadanya. Tapi ia masih ragu, ketika diberikan, ia masih ragu hingga jantungnya berdegup kencang. Ia tidak rela, akhirnya ia merebut kembali sampai akhirnya Scratte terlempar ke jurang. Scrat pun berusaha menyelamatkannya . . .

Ga asik ah kalo diterusin, nonton sendiri aja ya . . . :D
Overall film ini sangat sangat sangat menghibur sekali, menghilangkan stress, terutama bagi kami yang baru saja menempuh ujian SNMPTN, sampai sampai kami lupa kalo tadi pagi SNMPTN :)
Ga bakalan nyesel nonton Ice Age 3 deh, apalagi yang 3D . . . :)

Oya, film Ice Age 3 yang 3D ini di Bandung cuma ada di XXI Ciwalk, karena baru XXI Ciwalk yang punya proyektor untuk 3D. Jadi gini, film 3D emang beda dari film yang biasa, selain harga yang harus dibayar lebih mahal, bioskop harus menyediakan proyektor digital. Berbeda dengan proyektor biasa yang memutar film seluloid. Proyektor ini memutar film dalam format digital, sehingga gambar yang dihasilkan jauh lebih halus. Syarat lain untuk nonton film 3D ini harus menggunakan kacamata 3D, yap, kacamata ini bukan kacamata biasa yang diberi lensa dengan warna hijau dan merah, tapi juga diatur polarisasinya (jadi keinget pelajaran SMA). Silakan liat artikel gw yang terdahulu tentang film 3D.

Syarat lain yaitu, bahasa inggris Anda harus lancar, karena dalam film berformat 3D ini tidak menampilkan subtitle sama sekali, jadi hanya suara percakapan, seperti halnya kita nonton film Indonesia, tanpa subtitle. Kenapa? Karena jika menggunakan subtitle, efek 3D tidak akan dat ditampilkan, karena untuk menampilkan subtile diperlukan sebuah proyektor terpisah yang ditembakkan kelayar dalam posisi yang sama. Lebih lengkap silakan lihat artiket saya yang terdahulu tentang 3D. Hal ini dibuktikan dengan keluarnya beberapa orang yang sedang nonton, padahal film baru 20 menitan, prediksi (sok tahu) saya mereka gak ngerti jalan ceritanya karena ga ada subtitlenya (atau bisa juga salah masuk teater, atau mereka gak suka filmnya), karena mereka yang keluar adalah orang-orang yang rata-rata sudah lanjut usia.

Selesai film
“Taki, keluarin kameramu”
“Nih”
“Ayo kita foto, hehehe” mumpung lagi pake kacamata 3D nih :D



Di lobby
“Eh foto di situ, di (apanamanya) Ice Age”
“Ok ok”
“Eh kamu pegang tangannya Scrat ya”

...
“Di situ situ, dinding yang ada tulisan Cinema XXI”

...
“Eh coba kameranya di taruh situ, ntar kita kayak jongkok gitu, pake timer aja”


... dan seterusnya

Keluar XXI, ada yang nagih duit ternyata
“Duit duit”
“Oh iya, hehehe”
“Sini sini”
“Eh, aku ke ATM dulu ya, habis ni :D”
...
“ATM dimana?”
“Tanya satpam”
...
“Mas, ATM XXX dimana ya?”
“Ini turun ke bawah, trus belok kiri”
...
“Mana ini, tanya lagi deh”
“Pak,s ATM XXX dimana ya?”
“Oh ini naik eskalator aja, trus deket pintu sebelah kiri” (turun naik jadinya)

Yang lain dah pada nunggu di J.CO, makan donat, saling berbagi, dan minum ada mocca, coffe, mocabhela, dsb. Dan yang pasti sambil mainan kamera, hehehe . . .

Keluar Ciwalk, narsis kumat lagi, ayok sudah . . . :D

“Mau kemana?”
“Liat boneka di depan nah”
“Yang gede-gede itu?”
“Iya”
...
“Gimana?”
“Mahal ah, bulunya jelek juga”
“Ya udah, kemana nih?”
“Pelesiran aja”

Sampailah kami di pelesiran, tempat kos Taki, Nia dan Elin. Ngobrol-ngobrol disitu, gila-gilaan dengan webcam, nonton CAS, makan bakso, dsb, sampai cerita hantu . . . -_-“

“Dah mau jam 7, pulang yuk, ntar kemaleman”
“Ayo”

Pulang ke kos masing masing, pertama naik SSC bareng Mayang dan Ines, lalu berbisah di Simpang Dago, menuju tujuan masing masing . . .


Thanks guys, that was a great day . . . :)

Selesai . . .

--
Nah sekarang jawab Quiznya yah . . .

  • Kepanjangan SSC itu apa?
  • Kalo Cayo?
  • Ines yang gw ajak ngomong pas nyuruh pake kacamata, Ines yang mana?
  • Siapa sajakah yang ikut nobar kali ini?
  • Harga 1 tiket Ice Age 3D berapa?
  • Kacamata 3D dikasih apa dibalikin?
  • Siapa yang mulai bercerita horror?
  • Bab apa dan pelajaran apa yang mengajarkan tentang polarisasi?
  • Laptopnya siapa yang dipake bwt gila-gilaan dengan webcam?
  • Siapakah yang menagih duit?
  • Yang paling banyak fotonya siapa?
  • Terakhir, nama mbak yang jualin tiket di counter siapa?

Kirim jawaban via comment atau email ke akbar.surya@ymail.com , bagi yang beruntung mendapat hadiah nonton bareng Harry Potter 6 3D bersama SAYA dan yang pasti Anda juga berhak membayarkan tiket nonton saya, gratis lohhh. So, tunggu apalagi, buruan, kirim sebanyak-banyaknya, semakin banyak kamu kirim semakin besar peluang untuk menang *najong . . .


Jawab aja udah cukup ko, hehehe . . . :D


Update:
Dikarenakan pencarian menuju blog saya dengan kata kunci "Kepanjangan SNMPTN" menempati peringkat 10 besar, maka dengan ini saya akan menambahkan apa itu "Kepanjangan SNMPTN". Well, Kepanjangan dari SNMPTN adalah, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri *ini serius.