Sunday, October 25, 2009

Posting again . . .

Sunday, October 25, 2009

Halo, waw lama banget saya ga ngeposting cerita, hhehe maklumlah, sekarang kan jadi anak kuliahan jadinya sibuk deh *sok sibuk. Eh tapi beneran sibuk, mulai dari tugas-tugas yang dikasih sama dosen, TPD a.k.a Training Pengembangan Diri alias Mabim alias Orientasi Mahasiswa. Oh ya, saya sekarang sedang berkuliah di Universitas Padjadjaran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam (FMIPA) Jurusan Matematika Semester Satu.

Awalnya bener-bener ga nyangka dan ga pernah kepikiran samasekali bakal kuliah di Unpad, ikut SMUP (Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran) kemarin sebenernya belajarnya juga kurang bisa serius, karena sebelumnya habis ikut USM ITB (Ujian Saringan Masuk Institut Teknologi Bandung). Alhamdulillah diterima di Unpad.


Dari SMAN 1 Balikpapan angkatan 2006 lulus tahun 2009 yang melanjutkan studi di Unpad ada 5 orang, saya sendiri, Swastika Anggraini (Fakultas Kedokteran Gigi), Dio Yudha Pratama (Fakultas Teknik Geologi), Aldi Fradizka (Fakultas Teknik Geologi), Ni Luh Wayan Rai Utari alias Putu (Fakultas Psikologi), dan satunya lagi lupa karena emang belum pernah ketemu, denger-denger sih Fakulas Sastra.

* * *

Universitas Padjadjaran itu terbagi di dua lokasi, sebagian di Bandung sebagian lagi di Jatinangor – Sumedang. Jaraknya sekitar 1 – 1,5 jam kalau naik Bus Damri, 1,5 – 2,5 jam kalo naik angkot (nyambung 3 kali), 1 jam kalau naik mobil (taksi maupun kendaraan pribadi) tapi lewat tol. Sebenernya sih ga terlalu jauh, tapi kalau naik Bus Damri itu pasti berenti-berenti, belum lagi macetnya, dsb. Makanya enak naik mobil sendiri bisa ngebut di tol, hhehe.

Tapi, sebagian besar fakultas berlokasi di Jatinangor, yang di Bandung Fakultas Ekonomi sama Fakultas Hukum dan untuk jurusan tingkat D3, sisanya di Jatinangor.

* * *

Bus Damri, merupakan primadona bagi para mahasiswa maupun penduduk Jatinangor. Karena selalu ada setiap jamnya, juga tarif yang relatif lebih murah daripada angkot yaitu Rp 3200 (Tiga Ribu Dua Ratus Rupiah) (Non AC) untuk jurusan Jatinangor – Dipati Ukur (yang merupakan lokasi Unpad Bandung) Rp 4000 (Empat Ribu Rupiah) untuk Bus ber-AC. Rp 3600 (Tiga Ribu Enam Ratus Rupiah) untuk jurusan Bus yang lewat di Jatinangor dari Tanjung Sari, jurusan Tanjungsari – Kebon Kelapa (Terminal di Bandung), yang lainnya belum tahu karena belum pernah naik, hhehe. Kalau naik angkot, lebih mahal, dari Jatinangor ke Dipati Ukur misalnya, pertama naik angkot Sumedang – Cileunyi, yang ke arah Cileunyi, biaya Rp 2000 (Dua Ribu Rupiah). Dari Cileunyi ke Terminal Cicaheum, biaya Rp 5000 (lima ribu rupiah), angkot pasti menolak kalau dikasih 2000. Dari Cicaheum ke DU, Rp 4000 (Empat Ribu Rupiah), total semuanya Rp 11.000 (Sebals Ribu Rupiah) sekali jalan, belum termasuk pulangnya. Beda lagi kalau naik taksi. Saya pernah, dari Bandung (Dago) ke BIP lalu ke Jatinangor lewat tol Pasteur, sampai di Unpad argo menunjukkan angka Rp 149.xxx, waw mahal banget. Ga mau lagi kalau ga darurat, hhaha.

* * *

Jatinangor itu panas dan berdebu, terutama jalannya dan tanahnya yang bisa dibilang gersang. Karena Jatinangor merupakan penghubung antara Bandung – (Jatinangor) - Sumedang – Cirebon. Banyak dilalui bus-bus dan truk-truk besar, kemarin pas musim mudik, macet banget, tapi untungnya udah dipisah jalannya (jadi satu arah).

Jatinangor itu rame, ya karena ada Unpadnya, ada Jatos (mall) yang di dalamnya juga ada bioskopnya, banyak minimarket, banyak tempat fotokopi, print, jual buku, perabotan, laundry, makanan (terutama masakan padang), pokoknya untuk keperluan mahasiswa sehari-hari ada semua lah, mungkin ada beberapa buku yang ga ada disini, tapi overall lengkap lah.

Jatinangor itu biaya hidupnya lebih murah dibanding dengan bandung, kalo dibandung makan dua kali, disini udah bisa dibuat makan tiga kali, bahkan dibeberapa tempat bisa empat kali. Banyak yang bilang Jatinangor itu desa, bener sih, ya mungkin karena jauh perbandingannya dengan kota besar, terutama bagi teman-teman yang berasal dari kota besar. Ya emang, karena Jatinangor itu bukan kota tapi kecamatan, banyak orang salah kaprah. Jatinangor itu masuk Kabupaten Sumedang tapi cenderung lebih dekat ke Bandung daripada ke Sumedang.

Jatinangor itu jarang hujan, beda banget dengan Bandung, walaupun deket. Entah karena tanahnya yang gersang atau karena banyak bukit-bukit, entahlah. Kalaupun hujan, itupun ga “serius” hujannya, cuma sebentar doank hujannya.

* * *

Apalagi ya, nanti lagi ya, hhaha.