Thursday, May 13, 2010

Filled Under: ,

RI-395

Thursday, May 13, 2010

Hari ini, tepat setahun yang lalu, kita berkumpul...

Hari ini, tepat setahun yang lalu, kita berpisah... berpisah dengan keluarga tercinta...

Hari ini, tepat setahun yang lalu, kita pergi...

Hari ini, tepat setahun yang lalu, kita meninggal... meninggalkan kota tercinta...

Hari ini, tepat setahun yang lalu, kita memulai... memulai perjuangan kita...

---------------

13 Mei 2009 (documented by Akbar)
  • Siap-siap, packing dah selesai, hari ini berangkat ke Bandung
  • Ke sekolah dulu, ada barang-barang gw yang ketinggalan di locker
  • Sampai di sekolah ga boleh masuk, katanya musti pake baju seragam, peraturan baru, dasar padahal kemaren ga apa-apa
  • Kharina nyamperin gw, dia balikin film yang dia pinjem
  • Untung Kevin datang dengan memakai baju seragam, akhirnya gw minta tolong ma dia
  • Thanks Kevin, gw langsung pulang
  • Telepon yang lain, gw bilang janjian di airport jam 11, sekarang jam 10.45
  • Ternyata ada yang masih di perjalanan dari sekolah ke rumahnya (Elin)
  • Berangkat ke airport dianter sekeluarga
  • Sampe airport ternyata baru gw yang dateng, kerajinan
  • Di airport Balikpapan nungguin Ridwan yang notabene tiketnya gw yang pegang –lama nih datangnya
  • Langsung check-in, minta kursi depan, tapi kata mbaknya dah penuh, akhirnya di tengah agak ke belakang
  • Ridwan datang, masukin bagasinya
  • Menjelang boarding, Puspo baru datang, tiketnya hampir hangus
  • Sebelum naik pesawat, gw, Ridwan, Elin, Nia, dan Ayu foto di depan pesawat
  • Pas gw lihat, Afry dkk dapet kursi depan, bah dasar mbaknya ini
  • Take-off tepat jam 1.00pm (WITA)
  • Tiba di Jakarta sekitar pukul 2.00pm (WIB), turun dari peswat foto-foto lagi, dasar narsis
  • Di Baggage Claim, bagasinya Gilang dikiranya ilang taunya udah muter dua kali
  • Handle kopernya Nia patah pas diambil dari bagasi
  • Gara-gara nge-ledek Nia, handle koper gw yang sebelah kiri jadi patah, maaf ya Nia
  • Sholat, selesai sholat, nyariin yang cewe, kata Bu Carla sholat ke mushola sana (nunjuk ke pintu keluar)
  • Ditungguin ga datang-datang, taunya pas diliatin, mereka di J.CO, dasar
  • Ke Bandung naik Travel, kami ber-12 (Gue, Ridwan, Ario, Afry, Puspo, Gilang, Yuda, Demz, Bu Carla, Elin, Nia, dan Ayu Gusmita), Ario naik travel sendiri, sisanya 11 orang.
  • 11 orang itu naik travel Cipaganti, petugasnya tiba-tiba bilang kapasitas armadanya cuma 10 orang, jadi gw sendiri ikut armada lain.
  • Di dalam armada travel gw cuma ada 3 orang, gw, satu orang bapak-bapak, dan satu orang ibu-ibu
  • Ada LCD, diputerin video-video klip, ga begitu perhatiin
  • Berhenti di rest area km 57, ketemu lagi sama rombongan yang lain, makan di KFC, foto bareng, ada juga yang sempet melihat dan mendengarkan tausiyahnya AA Gym di Masjid At Taubah
  • Lanjut perjalanan, gw duluan........

---------------

Ga terasa ya, ternyata udah setahun yang lalu, kita berangkat bersama-sama dari Balikpapan menuju Bandung demi memperjuangkan cita-cita. Berpisah dengan keluarga, memulai hidup mandiri, belajar mengatur waktu, belajar mengatur keuangan, dan hal-hal baru lainnya.

Suka duka mewarnai hari-hari kita selanjutnya. Mulai dari bimbel dengan jadwal satu minggu full, nyasar di jalan, makan bareng, ngumpul bareng, nonton bareng, belajar bareng, beli formulir bareng, sampai sebuah musibah yang terjadi pada salah seorang diantara kita (dan tentunya ini tidak bareng).

Hari demi hari terlewati, tiba saatnya USM. Segala aspek dipersiapkan, mulai dari mental, akademik, sampai hal-hal teknis, berusaha jangan sampai ada yang terlewatkan, dan doa tentunya serta restu dari orang tua. Setelah Shubuh bergegas mandi, sholat, sarapan, dan berangkat ketika matahari belum terbit. Semua dilakukan demi cita-cita.

Selang beberapa hari, saatnya pengumuman tiba, berdebar-debar jantung, pikiran tak menentu, doa dan dzikir terus dilafadzkan. Hal-hal tersebut semakin bertambah, ketika koneksi internet sangat lambat. Lima menit, sepuluh menit, duapuluh menit, waktu terus berlalu, namun pengumuman masih belum dapat diakses. Sekian menit telah terlewati, dan akhirnya pengumuman muncul. Layar monitor menjadi saksi suka duka ekspresi wajah kita ketika melihat pengumuman. Selamat dan berbahagialah bagi yang mendapatkan rezekinya, dan perasaan kecewa menyelimuti bagi yang belum mendapatkannya.

Setelah hari itu, beberapa diantara kIta masih melanjutkan perjuangannya, bimbel semakin intensif, SNMPTN semakin dekat, SMUP menanti di depan mata. Tidak semua dari kita mengikutsertakan diri pada SMUP, mungkin karena memang bukan pilihannya. SMUP, Jatinangor-Sumedang. Sama sekali tidak ada gambaran jelas tentang kota itu.

Hari itu tiba, H-1 kita berangkat menuju Jatinangor secara terpisah. Mencari lokasi ujian, yang nun jauh disana, D.14. Bersiap, mandi, sholat, sarapan, dan berangkat, kali ini setelah matahari terbit.

Dan pengumuman pun diberikan tiga minggu kemudian, layar monitor masih setia menemani kita untuk berbagi suka duka. Alhamdulillah.

Bimbel masih tetap berlanjut, kali ini fokus untuk SNMPTN. SNMPTN merupakan peluang terakhir bagi kita untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri jika kita tidak ingin menunggu sampai tahun depan.

SNMPTN, lokasi ujian telah disurvey, dan beberapa di antara kita berada di dalam satu ruangan yang sama. Soal demi soal dikerjakan, LJK dihitamkan dengan sangat hati-hati, karena bagi kita, saat itu LJK adalah jembatan masa depan kita.

Hasil SNMPTN baru akan diumumkan tepat satu bulan kemudian...
Penantian yang panjang...

Satu bulan berselang, lagi-lagi monitor masih setia mendampingi kita untuk sekedar berbagi emosi...
Emosi kali ini mungkin emosi yang paling berat untuk ditanggung oleh sebuah monitor...
Bahagia, sedih, bangga, kecewa..........

Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan, tidak tahu harus berkata-kata apa lagi, bukannya sedih, tapi saya memang benar-benar kehabisan kata-kata.......




Jatinangor, May 13th, 2010 - 00:01 WIB

P.S. : Kapan ngumpul-ngumpul lagi?