Saturday, April 16, 2011

Filled Under:

E-Codes

Saturday, April 16, 2011

Kemarin (Kamis, 7 April 2011) saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke supermarket, sekedar mencari kebutuhan sehari-hari. Ketika sampai pada frozen food section tiba-tiba saya melihat es krim Magnum yang sedang naik daun saat ini. Langsung saja saya teringat dengan rumor beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa es krim tersebut mengandung lemak babi, yang dicirikan dengan kode E-Codes.

E-Codes sendiri adalah penomoran untuk bahan aditif makanan, yang digunakan di Eropa (E singkatan dari Eropa / Europe)
Sebenarnya tidak semua bahan makanan yang bertuliskan E-Codes terbuat dari lemak babi.

Segera saya melihat kemasan es krim tersebut, dan langsung melihat ke bagian ingredients dan ternyata memang benar saya menemukan beberapa komposisi yang dituliskan dengan E-Codes yang berfungsi sebagai stabilizer. Tanpa menunda lagi, langsung saya catat ketiga kode tersebut, E-410, E-412, E-407.

Sampai di kos, segera saya googling mengenai kode tersebut dan saya mendapati link  http://en.wikipedia.org/wiki/E_number yang berisi daftar dan keterangan E-Codes. Pada range 400–499 bahan-bahan tersebut berfungsi sebagai thickeners, stabilizers & emulsifiers yakni sebagai penstabil dan penguat rasa serta tekstur makanan.

Kode range 400-409 berbahan dasar Alginic acid/algin/alginate yang merupakan polisakarida anionik yang banyak terdapat pada dinding sel ganggang coklat (Phaeophyceae), yang melalui ikatan hidrogen dapat membentuk tekstur seperti permen karet. Selain terdapat pada ganggang coklat, alginate juga bisa diekstrak dari rumput laut (sea weed)

Kode range 410-419 adalah bahan yang terbuat dari Natural gums. Natural Gums sendiri adalah polisakarida alami, yang mampu menyebabkan peningkatan viskositas besar dalam larutan, bahkan pada konsentrasi kecil. Berikut adalah klasifikasi dari Natural Gums:

Natural gums obtained from seaweeds (berbahan dasar rumput laut/tumbuhan laut):

  • Polyelectrolytes:
    • Agar (E406);
    • Alginic acid (E400) and Sodium alginate (E401);
    • Carrageenan (E407);

Natural gums obtained from non-marine botanical resources (berasal dari sumber selain tumbuhan laut):

  • Polyelectrolytes:
    • Gum arabic (E414), from the sap of Acacia trees
    • Gum ghatti, from the sap of Anogeissus trees
    • Gum tragacanth (E413), from the sap of Astragalus shrubs
    • Karaya gum (E416), from the sap of Sterculia trees
  • Uncharged:
    • Guar gum (E412), from guar beans
    • Locust bean gum (E410), from the seeds of the carob tree
    • Beta-glucan, from oat or barley bran
    • Chicle gum, an older base for chewing gum obtained from the chicle tree
    • Dammar gum, from the sap of Dipterocarpaceae trees
    • Glucomannan (E425), from the konjac plant
    • Mastic gum, a chewing gum from ancient Greece obtained from the mastic tree
    • Psyllium seed husks, from the Plantago plant
    • Spruce gum, a chewing gum of American Indians obtained from spruce trees
    • Tara gum (E417), from the seeds of the tara tree

Natural gums produced by bacterial fermentation (berasal dari fermentasi bakteri):

  • Gellan gum (E418)

Dari uraian diatas didapatkan bahwa:

  • E-407 terbuat dari Carrageenan yang merupakan keluarga polisakarida sulfat linier yang diekstrak dari rumput laut merah
  • E-412 terbuat dari Guar Beans adalah kacang polong yang berasal dari tumbuhan Cyamopsis tetragonolobus
  • E-410 terbuat dari Carob Gum yang diekstrak dari getah kacang polong Ceratonia siliqua yang banyak ditemukan di dataran Mediterania.

Sedangkan rumor yang beredar mengatakan bahwa es krim tersebut haram karena mengandung lemak babi dengan kode E-472, dan kita tahu bahwa kode yang terkandung dalam es-krim tersebut adalah E-407, E-412, E-407. Memang, menurut referensi diatas, lemak dengan kode tersebut (E-472) mungkin terbuat dari lemak babi, karena zat aditif tersebut juga bisa bersumber adalah susu sapi, lemak bebek, dan beberapa tumbuhan.

Dari referensi yang kita dapat, dapat bahwa es krim tersebut InsyaALLAH HALAL. Lagipula, produk tersebut juga sudah mendapatkan sertifikasi HALAL dari MUI.

Wallahualam


Jatinangor, 8 April 2011
akbarsurya