Sunday, September 11, 2011

Filled Under: ,

Travelling 2011 - Part 1 (Malaysia)

Sunday, September 11, 2011

Lama lama lama rasanya tidak ngeblog dengan tulisan panjang.

Mumpung lagi sempet dan pikiran buat nulis lagi lancar, kali ini pingin berbagi pengalaman selama liburan semester + Lebaran dari Juni – September 2011 (lama kali liburnya)

Malaysia
Setelah setahun lamanya menunggu, akhirnya tiket yang saya beli tahun lalu terpakai juga. Well, this was my first + alone international flight. Sejak beberapa waktu yang lalu saya memang ingin menginjakkan kaki di negeri lain, dimulai dari negeri jiran. Atas izin Allah SWT saya berhasil mendapatkan tiket penerbangan di salah satu maskapai low cost carrier dengan harga semurah-murahnya. Saya pun hampir tidak percaya.

Singkat cerita, pada tanggal 21 Juni 2011 yang merupakan jadwal penerbangan saya dari Bandung menuju Kuala Lumpur akan bertolak tepat pukul 12.00 WIB. Pagi dini hari, sekitar pukul 2.30 saya dibangunkan oleh teman saya yang saat itu menginap di kosan. Sekedar info, pada pukul 3.30 saya akan melepas keberangkatan beberapa teman saya akan untuk field trip ke Krakatau Steel, pengen sih ikut, tapi karena tidak dapat seat, yah mau gimana lagi (percaya deh percaya). Dadah teman-teman, take care ya :D

Setelah melepas kepergian mereka, saya kembali ke kosan untuk memastikan bahwa segala sesuatunya telah siap. Backpack yang berisi pakaian, alat mandi, dan beberapa peralatan medis darurat dan sebuah kamera digital telah siap. Tas kecil: Tiket, Paspor, Valuta Asing, handphone, dompet, semua sudah siap. Tinggal menunggu waktu saja untuk berangkat. Dan tidak lama kemudian saya tertidur ......

.....

This is the story begin:
Suara klakson dan mesin yang bising membangunkan saya, ah siapa sih itu, dan setengah sadar memberhatikan jam dan melihat waktu telah menunjukkan pukul 8.30! Appaaaahhh?!

Perlu diketahui, saya tinggal di Jatinangor, butuh waktu dua jam (kalau macet)untuk menuju Bandung dan setengah jam paling cepat untuk menuju airport. Belum lagi untuk check in.

Seperti tersambar petir, tanpa basa basi langsung mandi ganti baju dan angkat tas, namun entah kenapa semua itu memakan waktu satu jam, rrrr.

Pukul 9.30 langsung lari keluar menuju tempat bus Damri bertengger, dan bus baru berangkat pukul 10.00! The real Amazing Race feeling!

Setelah keluar dari tol, bus masih berjalan perlahan, waktu menunjukkan pukul 10.20, ayo dong cepat, aduh macet lagi di depan, wah lampu merah, duh penumpang naik turun, arrgghh...

Sampailah di tempat saya turun, Jl Cikapayang, waktu menunjukkan pukul 10.58. Seturunnya dari bus, saya langsung mencari taksi, selama 10 menit ga ada yang lewat, kalaupun ada pasti ada orangnya. Semakin panik, this is the real amazing race I thought, cuma kurang partner sama kameramen saja....

Pada pukul 11.18 akhirnya ada taksi yang lewat, awalnya pakai argometer, namun lama-lama dia bilang tarifnya xx ribu, penipu! Sudahlah, yang penting sampai bandara....

Sesampainya di bandara, pukul 11.30, karena supir taksi mencari jalan pintas sepintas-pintasnya, well, worth it lah xx ribu itu. Setelah scan x-ray, ke counter check-in dan ternyata masih bisa!

Alhamdulillah....
Sedikit info, setelah Anda berhasil check-in, Anda akan diberikan kartu keberangkatan dan kedatangan yang harus diisi sebelum menghadap petugas imigrasi, isi dengan selengkap-lengkapnya.

Setelah itu, silakan mengantri di imigrasi, yah sedikit pertanyaan akan diajukan, seperti keperluan Anda berpergian apa (saya bilang liburan/holiday), berapa lama disana, menginap dimana, terkadang ditanyaka “ada tiket pulang”. Jawab saja dengan tenang, tidak perlu panik.

Pastikan juga Anda tidak membawa cairan lebih dari 100 ml per itemnya ke bagasi kabin (peraturan penerbangan internasional).

Setelah masuk ke ruang tunggu dan ke toilet, belum 5 menit duduk sudah dipanggil untuk boarding, you know what will happen if I missed that 5 minutes....

Kartu keberangkatan tadi akan diminta oleh petugas, dan sisanya (kartu kedatangan) harus disimpan, JANGAN HILANG.

Pesawat lepas landas, dan saya baru ingat saya belum makan dan minum apa-apa karena bangun kesiangan tadi. Mau ga mau beli lah makanan yang dijual di pesawat. Karena dijual di pesawat, maka harganya pun ikut terbang melangit, alhamdulillah masih ada cashnlebih, daripada pingsan

...
Di pesawat (seharusnya) Anda dibagikan kartu imigrasi kedatangan Malaysia (setelah ditanyakan sebelumnya bahwa paspor Anda paspor Indonesia). Isi dengan lengkap, jangan sampai ada yang kosong. Pulpen merupakan salah satu benda yang wajib Anda bawa di tas pinggang selama berpergian.

Landing...
Ternyata panas yaa...

Turun dari pesawat diarahkan petugas menuju ke-imigrasian, dan ternyataaaaa... antrinya panjang sekaleeee... Saya harus berdiri selama 45 menit untuk menuntaskan antrian tersebut. Standar pertanyaan seperti di petugas keimigrasian di Indonesia, dan potongan kartu kedatangan juga harus Anda simpan sampai Anda kembali lagi ke Indonesia.

Karena berusaha mengaktifkan paket Blackberry Internasional roaming namun tidak bisa, akhirnya saya menuju ke sebuah konter penjualan kartu perdana SIM, akhirnya saya beli lah, kartu gratis + reload RM 30.

Karena ingin menuju KL Sentral, maka saya harus naik shuttle bus yang meuju ke sana, dengan tiket seharga RM 8 saya berangkat menuju KL Sentral. KL Sentral adalah titik pertemuan dari beberapa jalur kereta dan bus di Kuala Lumpur, sangat mudah untuk memulai seluruh perjalanan Anda dari sini.

Empat puluh lima menit dibutuhkan untuk menuju KL Sentral, kesan pertama yang saya lihat selama perjalanan, kota ini tertata sangat rapi, teratur, termasuk kompleks-kompleks perumahan, apartemen.

Selanjutnya, setelah di KL Sentral, saya sangat kagum, yah semua tertata rapi, petunjuk jalur kereta (Komuter, LRT, Monorel) sangat mudah dipahami, begitu juga untuk pembelian tiket, tidak perlu di konter, karena banyak sekali vending machine. Begitu juga dengan jalur-jalur (platform) setiap jurusan yang membantu agar Anda tidak salah masuk kereta. Wah, kapan ya Indonesia bisa begini ...
KL Sentral
Tujuan pertama saya di KL Sentral adalah untuk membeli tiket kereta untuk rencana perjalanan saya menuju Bangkok. Setelah bertanya-tanya, akhirnya saya menemukan konter di lantai atas.

Mengambil antrian, “Nak kemane?”, “From Butterworth to Bangkok”, “Bile? (kapan)”, “23 hari bulan Jun, ade?”, “ade, sila menunggu”, “thanks”

Pembelian tiket berlangsung dengan mudah dan lancar, yah sedikit nervous kalau-kalau mereka tanya dengan bahasa melayu yang belum saya pahami, haha

Karena haus, ingin membeli minum, maka menujulah saya ke 7eleven, dan saya menumukan air mineral berukuran 600ml seharga RM 1,50 (mahalnya). Di 7eleven Anda juga bisa men-top up credit (isi ulang pulsa) dengan harga sesuai nominal pulsanya, paling kecil RM 5.

Tujuan berikutnya adalah Melaka, karena saya akan bermalam di rumah teman saya di sana. Berbekal informasi yang saya dapatkan dari internet beberapa hari yang lalu, maka pertama-tama saya harus menuju Terminal Bersepadu Selatan di Bandar Tasik Selatan, dari sana saya akan naik bus menuju Melaka. Ada dua alternatif, pertama dengan menggunakan LRT (Light Rail Transit) namun harus transit, atau naik Komuter tanpa harus transit. Karena tidak ingin berlama-lama saya putuskan untuk naik komuter sahaja. Tiket seharga RM 1.
KTM Komuter
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya komuter yang ditunggu datang juga, komuter ini kalau di jakarta seperti KRL, mungkin karena tiketnya yg cenderung lebih murah, maka penumpangnya banyak sekali. Tapi ya sebanyak-banyaknya penumpang ga bakal ada yang nekat naik di atas gerbong. Tuh!
Platform 6 - KTM Komuter
Komuter cukup nyaman, walaupun agak panas, ya lebih nyaman dari pada KRD Patas Rancaekek – Bandung lah, haha.

Dua puluh menit-an saya tiba di TBS, saya berlari-lari, karena jadwal berangkat bus tinggal beberapa menit lagi, sementara saya juga harus sholat ashar dulu. Lari-lari + naik tangga empat lantai + membawa backpack seberat 7 kilo itu rasanya sesuatu banget.
TBS - Bandar Tasik Selatan
Kalau dibandingkan dengan Indonesia, mungkin terminal bus ini setara dengan bandara, bersih, rapi, dan setiap keberangkatan punya pintu/gate sendiri, ya seperti di bandara.
Ticketing Counter
Rekomendasi dari teman, sebaiknya saya naik Bus Transnasional, karena bagus dan tidak terlalu mahal. Menuju kaunter menjualan tiket dan membayar seharga RM 12.50. Ternyata saya masih punya dua puluh menit lagi, dan akhirnya memutuskan untuk mencari surau (musholla) untuk sholat dan beristirahat sejenak. Subhanallah, suraunya sejuk sekali karena dipasangi penyejuk ruangan, bisa ketiduran nih disini.

Setelah sholat, karena baterai HP saya sudah akan habis, maka saya mencari colokan dan ternyataaaaa, mereka berkaki tiga semua, mana ga bawa converter lagi....
Departing Gate
Di pintu keberangkatan, sambil menunggu bus, ngemil-ngemil dikit lah, ternyata memang travelling itu bikin laper banget.

Beberapa menit kemudian, busnya datang, dan lagi-lagi pengalaman pertama, saya naik bus doubledecker dan saya duduk di atas, wiiiihh

Busnya sangat nyaman, denger-denger sih memang ga ada bus antar kota yang jelek di Malaysia ini, gimana dengan Indonesia?

AC yang dingin serta suasana yang menjelang Maghrib membuat saya ngantuk dan akhirnya tertidur....
Sesampainya di Melaka, oh ya perlu waktu sekitar 2 jam untuk menuju Melaka dari Kuala Lumpur (lewat jalan tol/lebuhraya), saya menunggu orang yang akan menjemput saya, sekitar 15 menit-an mereka datang, wah lama ya tidak bertemu, sejak lulus SMA loh #hugs

Karena kami belum ada yang makan malam, maka saya diajak makan. Menu yang ada Nasi Goreng, Mee Goreng dan sejenisnya, yah mirip2 lah, saya pun memilih Nasi Goreng Ikan Masin dan Telur Bungkus.

Setelah makan malam, kami langsung menuju rumah, yah sudah hampir jam 12 waktu setempat.

Mandi, sholat, dan tidur ....


Powered by Telkomsel BlackBerry®