Saturday, October 08, 2011

Filled Under: ,

Travelling 2011 - Part 4 (Yogyakarta - Solo)

Saturday, October 08, 2011

Di pertengahan bulan Ramadhan 1432 H, perkuliahan pun dimulai, sesuai jadwal, kuliah hanya selama 2 minggu, sisasnya libur. Tapi tapi tapi, ternyata dosen telah meliburkan mahasiswanya lebih awal, jadi kuliahnya hanya satu minggu. Seminggu lagi sayanya ngapain dong di sini?

Awal-awal sih masih rame, lama-kelamaan menjelang H-7 lebaran banyak penjual makanan sahur dan berbuka yang mulai tutup. Jatinangor menjadi kota mati. Dan semakin mati ketika H-5. Dan puncaknya adalah H-3..
Karena sepi, maka Jatinangor semakin dingin, suhu menyentuh angka 17 derajat Celcius! Bagi pengguna AC dipersilakan untuk mematikan dan menjualnya, AC Anda sudah tidak dibutuhkan lagi disini.

Saya berencana mudik di H-2, kenapa? Karena, alasan pertama adalah, kuliah diperkirakan baru selesai H-4 jadinya saya beli tiket untuk H-2. Alasan selanjutnya, saya akan mudik naik kereta bersama teman saya Rizky yang berkuliah di Malaysia, tujuan saya Yogyakarta, dia Madiun jadi bisa bareng naik keretanya.
Tentu tiket kereta sudah saya persiapkan jauh-jauh hari, saya tidak ingin masuk berita di TV sebagai salah seoorang yang kehabisan tiket untuk lebaran, haha. Karena musim lebaran, harga tiket dinaikkan untuk kereta kelas eksekutif dinaikkan sampai 100%! Gila sekali memang, tapi ini memang terjadi setiap tahunnya.

H-3, saya baru memulai mencuci semua pakaian yg akan dibawa, dan untungnya hari itu panas, dan seluruh pakaian kering tidak sampai setengah hari. Packing dan memastikan semuanya hingga tidak terasa sudah pukul 1.00 pagi dinihari di H-2 lebaran, saya tidak berani tidur, karena kereta saya pagi pukul 7.00, itupun saya harus menuju stasiun Bandung terlebih dahulu karena kereta berangkat darisana.

Sebelumnya saya telah membuat janji dengan salah seorang teman saya, Reza untuk mengantarkan saya ke Stasiun Rancaekek untuk menuju Stasiun Bandung setelah Shubuh. Setelah dijemput, dan tiba di stasiun Rancaekek, tak lama kereta datang dan langsung berangkat, perjalanan ditempuh selama 30 menit.

Dua puluh menit berlalu, keluar dari peron dan menemui teman saya yang sudah menunggu, ia ditemani Arfin yang juga berkuliah di Malaysia, sekarang dia sedang mudik ke Bandung.
Sedikit chit chat dan kemudian kami masuk ke peron, dadah Arfin, sampai ketemu lagi, haha.

Kereta Argo Wilis dengan tujuan akhir Surabaya Gubeng berangkat tepat pukul 07.00 WIB. Perlahan tapi pasti kereta menaikkan kecepatannya.

Pemandangan indah terhampar di seluruh pelosok tanah Padjadjaran yang kami lalui, subhanallah :)
Setelah puas menikmati pemandangan, karena lelah saya mulai mengantuk dan tertidur, dan ketika terbangun suda tiba di Stasiun Kroya, tak laman kemudian kereta berangkat lagi, tidur lagi, haha

Sampai di Kutoarjo dan terbangun, alamdulillah tidurnya nyenyak setelah semalaman gak tidur, ditambah tadi pagi bawa backpack segitu besar.
Singkat cerita, tibalah kami di Stasiun Tugu Yogyakarta, dan berpisahlah kami, hati-hati Ky, jangan lupa turun di Madiun, jangan sampai kelewatan stasiunnya.

Banyak sih becak, taxi juga ada, tapi saya ga mau naik itu semua dan lebih memilih jalan kaki untuk menuju ruma Budhe saya di daerah Terban. Jauh? Ngga sih, deket aja kok itu. Jalan sekalian ngambil foto kan oke.
Sampai di rumah budhe, beberapa saat kemudian dijemput untuk buka bersama dengan keluarga besar, kami akan berbuka di salah satu rumah makan milik sepupu saya di daerah Selokan Mataram.
---

Esok harinya saya sudah di Klaten, tempat Mbah yang satunya, kami akan lebaran disana. Hari ini sudah hari ke 29 Ramadhan, kalau sesuai jadwal tentu besok sudah Idul Fitri. Tapi pemerintah menbuat keputusan fantastis melalui sidang Itsbatnya untuk memundurkan Idul Fitri selama 1 hari, jadi baru lebaran lusa. Loh pak, pengamatan hilal yang tampak di beberapa daerah itu gimana? Katanya dah muncul kok ga dianggap? Biar baru 1,5 derajat kan udah bulan baru ya? Hmmm...

Tapi karena lingkungan keluarga saya mengikuti aliran Muhammadiyah, maka kami tetap berlebaran besok, insyaallah ini yang benar, karena negeri jiran, arab saudi, dan negara-negara lain juga berlebaran besok. Konon hanya 4 negara yang berlebaran lusa, wih ...
---

Seperti biasa, setelah sholat Ied, tradisi kami ialah sungkem dan dan maaf memaafkan. Oh ya, mohon maaf lahir bathin juga ya teman-teman :)

Salah satu hal yang paling saya tunggu di lebaran kali ini adalah ketupat + opor + sambal goreng, lihatlah sendiri gambar di bawah ini, pasti Anda pun tergugah seleranya
---

Hari kedua, kami punya acara yang disebut 'Trah'. 'Trah' ini adalah acara gathering keluarga besar dari mbahnya mbah yang diadakan setiap dua tahun sekali.
Selain 'trah' keluarga besar mbahnya mbah, ada juga 'trah' keluarga besar dari orangtuanya mbah, kali ini lingkupnya lebih kecil.

Powered by Telkomsel BlackBerry®