Saturday, October 15, 2011

Filled Under: ,

Travelling 2011 - Part 5 (Yogyakarta - Solo)

Saturday, October 15, 2011

Hari ketiga kami diajak jalan untuk menyusuri beberapa pantai selatan Jawa yang ada di Jogja. Bersama om dan tante yang masih seumuran dengan saya dan adik saya, kami berangkat dengan mobil.

Diperjalanan, karena lapar, akhirnya kami berhenti di salah satu warung makan yang menjual Soto, Bakso, dan Mie Ayam. Dan ternyata saudara-saudara, rasa mie ayamnya itu super enak sekali, silakan dicoba, ada di Jalan Parangtritis namanya Warung Makan "99".

Tibalah kami di Pantai Kuwaru, dulunya pantai ini masih sepi, sekarag sudah super ramai, ombaknya tinggi juga, memang ini la ciri khas pantai selatan, ombak yang tinggi. Namun saya sedikit kecewa karena ada ATV disini, rasa-rasanya kok ga cocok ya ada ATV disini, merusak penmandangan.
Pantai selanjutnya adalah Pantai Baru, hanya sekitar 500 meter ke arah barat dari Pantai Kuwaru. Pantainya masih sepi dan lebi bersih daripada yang sebelumnya. Yang suka galau, cocok nih disini, ahahahaha.
Setelah sholat Dzuhur & Ashar yang dijama', kami menuju pantai Depok, tetangga pantai Parangtritis.

Di Pantai Depok, horizon yang Anda pandang bisa lebih luas dan bebas, terlebih ombaknya yang tidak terlalu tinggi. Memandang sunset juga sangat indah disini
---

Hari selanjutnya kami berburu oleh-oleh dan jalan-jalan di Solo dan saya mendapat sebuah headset bluetooth baru.
---

Hari selanjutnya saya dan adik diajak ke acara reunian SMP papa, ga usah cerita lah ya, ceritanya orang-orang jadul semua disini, haha
---

Hari terakhir saya, di Tanjung, Juwiring, Klaten, saya sudah packing (lagi) untuk kembali. Karena sudah lama sekali ingi makan soto kuali, sebelum berangkat saya menyempatkan diri terlebih dahulu untuk makan soto tersebut. Dan ternyata antrinya panjang, yah mau kapan lagi kan ya, sementara itu satu setengah jam lagi kereta saya menuju Bandung akan segera berangkat, nekat dah ini.

Sekembalinya ke rumah mbah, otomatis saya langsung diomelin, ya iyalah udah jam berapa ini, mau ditinggal kereta?

Tanpa berlama-lama akhirnya diputuskan untuk berangkat ke stasiun dengan sepeda motor, karena dengan mobil bisa satu jam lebih.

Bersama mama, saya membawa motor dengan kecepatan tak kurang dari 60 km/jam, untuk daerah di desa kecepatan tersebut sangat tinggi. Dengan menyelip-nyelip diantara kendaraan lain, akhirnya kami tiba di Stasiun Solobalapan dalam waktu 28 menit saja!

Setengah jam kemudian kereta Argo Wilis dari Surabaya tiba, dadah mama, adik, papa, mbah, semuanya, makasih ya :')
---

Dalam perjalanan pulang, di kereta saya duduk bersebelahan dengan seorang ibu. Kami lalu berkenanalan dan berbincang-bincang. Buat saya, kalau naik kendaraan umum jarak jauh tapi ga dapat kenalan baru adalah sesuatu yang amat disayangkan :)

Setelah ibu tersebut turun di Banjar, saya duduk sendiri, beberapa waktu kemudian ada seorang yg kira-kira 2-3 tahun lebih tua dari saya, duduk di sebelah saya. Perkenalan dan perbincangan dimulai, ternyata dia seorang mahasiswa di IT Telkom, sebagai mahasiswa kami saling sharing pengalaman tentunya.

Tiba di stasiun Bandung sekitar pukul 20.00, dan saya pun bingung bagaimana menuju Jatinangor pada saat itu. Setelah membaca beberapa saran dari teman-teman, akhirnya saya memutuskan untuk naik taksi saja, untungnya dapat burung biru jadi ya bayar sesuai argo.

Akhirnya tiba di kosan, dan langsung tidur ...

Powered by Telkomsel BlackBerry®