Tuesday, October 25, 2011

Filled Under:

Video and Oriental Wedding

Tuesday, October 25, 2011

Beberapa minggu yang lalu, saya diminta bantuan oleh salah seorang teman kuliah untuk membuat sebuah video pernikahan kokohnya. Setelah dijelaskan panjang lebar tinggi volum serta diagonal ruangnya, maka saya pun menyanggupi.

Foto-foto yang sudah dikirim pun saya telaah dan memikirkan konsep video beserta musiknya. Awalnya sedikit kebingungan, karena saya belum pernah menggarap video tentang wedding.

Setelah mendapat izin untuk menggunakan komputer di sebuah tempat, akhirnya saya mulai mengedit, menyusun foto-foto, oh ya video ini nantinya lebih mirip slideshow namun dengan animated photos. Semalam suntuk mengutak-atik, namun belum mendapat hasil, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan esok hari.

Esok harinya, kembali mengutak-atik video, dan sedikit ada hasilnya, 1/3 pekerjaan selesai. Alhamdulillah ya. Berlanjut ke pekerjaan kedua, dan ternyata saya semakin nge-blank. Susah untuk menjelaskan bagaimana ngeblank-nya. Mulai dari pilihan lagu, emosi lagu, animasi photo, urutan cerita, POKOKNYA BINGUNG.

Akhirnya saya menelpon teman saya tersebut, sedikit mendapat pencerahan. Akhirnya saya tutup dan ternyata saya menghabiskan 30 menit lebih. Dan setelah mengecek jumlah pemakaian..

Ya benar! Saya menelpon dengan gratis tis tis tis :D

Kembali ke topik, kali ini mulai lancar, alhamdulillah satu lagi pekerjaan selesai 2/3.
Pekerjaan terakhir ini lah yang sangat saya khawatirkan, selain ngeblank, saya juga sudah ngantuk, malam sudah berganti menjadi dini hari, dan satu setengah jam lagi Adzan Shubuh berkumandang. Setelah mencari-cari, browsing, youtube, dan bongkar-bongkar file akhirnya saya menemukan sebuah lagu yang tersimpan di komputer, I Finally Found Someone - Bryan Adam & Barbara S, bagus tuh lagunya.

Dan tepat saat adzan Shubuh berkumandang, saya sudah selesai merender video dengan kualitas DVD 16:9, oh ya saya menggunakan Corel VideoStudio X4 (recommended, stabil softwarenya), tadinya sih pengen pake Adobe Premiere, cuma karena belum bisa jadinya ya Corel saja.

Berkemas dan bersiap untuk kembali ke kos, sebelumnya sarapan bubur ayam, dan ternyata saya adalah pelanggan pertama, woi yang lain mana woi, panas banget ini buburnya kayak baru mateng.

Sesampainya di kos, sedikit bersiap-siap untuk keberangkatan saya ke Cilegon, dan... saya tertidur..

Pukul delapan kurang sedikit, saya dibangunkan oleh teman saya yang tiba-tiba datang ke kos, dan ternyata ia diminta datang oleh teman saya untuk membangunkan saya. Kaget sih, selain itu juga udah mau jam delapan, harusnya sudah berangkat sejak pukul setengah tujuh. Tapi karena nyawa saya belum 100%, dan akhirnya saya berleha-leha dan tertidur lagi selama lima menit..

Singkat cerita, setelah siap, dan berangkat menuju pangkalan Damri, dan bus dengan jurusan Jatinangor - Elang langsung berangkat, mengantar saya sampai terminal Leuwi Panjang.

Setibanya di Leuwi Panjang, dan memilih bus, dan.. tadaaa... lagi lagi saya pelanggan pertama yang masuk ke bus, pada kemana sih ini orang-orang..

Tidak berapa lama kemudian beberapa orang masuk, semakin penuh, penuh, dan penuh, aaahh tidak. Ditambah lagi dengan pedagang yang agak anarkis dalam menawarkan dagangannya, semakin jika dihitung mungkin ada sekitar 20 penawaran barang yang datang ke saya, tidak tanggung-tanggung, sampai merayu-rayu bak rayuan pulau kelapa.

Dua puluh menit yang berat berlalu, dan bus akhirnya berangkat. Di sebalah kiri saya jendela, depan kursi, belakang kursi, samping kanan orang, jika tidak kuat silakan dadah dadah ala Miss Universe, tunggu sampai ada yang melempar tomat ke arah Anda #skip.

Sebelah kanan saya ada seorang wanita, ditaksir berumur sekitar 23-25an. Inilah yang saya suka, jika naik kendaraan umum untuk jarak jauh, pasti saya dapat teman baru. Kami pun berbagi cerita dan masih banyak lagi.

Sopir bus kami sangat anarki, mainannya klakson, salip sana sini, pindah jalur seenaknya, tidak tanggung-tanggung, dari lajur 3 langsung ke bahu jalan! Pokoknya kalau saya jadi orang lain yang diklakson yang disalip sama dia, woh pasti sudah saya lempar granat itu bus..

Akhirnya kami berpisah, dia turun di Serang, dan saya akan turun di Cilegon.

Seturunnya dari bus dekat pinntu tol Cilegon Timur, saya ditawarkan untuk naik ojek, tapi saya tolak karena ingin naik angkot sesuai petunjuk teman saya. Namun, karena sudah tidak keburu waktu, akhirnya setelah beberapa langkah saya memutuskan untuk naik ojek, dan ojek yang tadi menawari saya seperti pundung/mutung/merajuk/ngambek, “katanya tadi mah ngga..”. Waduh, maaf ya Pak, saya lagi panik..

Ongkos ojek sepuluh ribu, astaga mahalnya, dan ternyata tempat yang saya tuju berjarak tidak sampai satu setengah kilometer..

Kesan pertama saya ketika sampai di Cilegon, kota ini sangat amat berdebu sekali, sehingga memaksa saya untuk menjadi pria playboy yang sering mengedipkan mata/flirting..

- - -

Acara pemberkatan dimulai, saya diam saja di ruang make up sambing melakukan finishing video, dan untungnya saya tidak di-make up, hanya ganti baju saja. Oh ya, kalau kamu mau lihat bagaimana temanmu yang wanita benar-benar berubah, datanglah ketika dia datang kesebuah pesta, seperti pernikahan, perpisahan dan lain-lain. Dijamin Anda akan melihat penampilan yang sangat berbeda!

Sebelum resepsi, saya diminta turun kebawah untuk mempersiapkan teknis segala sesuatunya. Bukan, saya bukan tukang angkat kursi dan mas mas penyusun set panggung, saya hanya mempersiapkan video saja. Siap sudah, dan tinggal gladi bersih.

Ternyata unik sekali proses pernikahan orang Chinese. Bukan rasis ya, saya hanya menceritakan apa yang saya lihat. Ada satu proses yang dinamakan “Tepai”. Tepai ini diawali dengan kedua mempelai yang memberi penghormatan kepada tamu (saudara) dengan sedikit ‘rukuk’ namun tidak begitu condong, yang dilanjutkan dengan memberikan secangkir teh. Setelah meminum teh, saudaranya tadi memberikan kenang-kenangan, tidak tanggung-tanggung, kenangan yang diberikan bisa berupa uang, perhiasan (emas), dan lain-lain, biasa yang diberikan adalah barangbarang berharga. Setelah itu, kedua mempelai kembali memberikan penghormatan seperti tadi sebanyak tiga kali. Proses itu berlangsung sampai seluruh tamu (yang saudara) mendapat giliran. Dan acara dipandu oleh seorang paman teman saya dengan menggunakan bahasa Mandarin, translate please..

Ada juga wedding toss, bersulang minuman, saya ga ikutan, ya taulah. Ada lagi, potong kue, yang melambangkan perjalanan cinta mereka dari awal bertemu sampai akhirnya menikah, dan kuenya itu kue yang besar-besar itu loh. Untungnya itu kue palsu, jadi ga akan mubadzir.

Selain itu juga ada proses lempar bunga, seperti di-TV TV itu, kalau yang dapat bunga, konon akan segera dapat jodoh. Tapi bunga kali ini digantikan oleh boneka, dan banyak sekali anak-anak kecil yang antusias, bocah aja udah pengen dapet jodoh..

Hari yang melelahkan, setelah beres-beres dan menunggu di depan, saya sempat ditanya-tanya oleh seseorang. Awalnya saya dikira temannya si MC, lalu dikira pegawai tempat acara, dan yang terakhir dikira pacar teman saya itu, astaga dragon..

Karena sudah tidak mungkin untuk kembali ke kos, akhirnya saya disuruh menginap di rumah teman saya di kamar kokohnya. Rumah yang penuh bahasa, ada Indonesia, Mandarin, dan Melayu.

Pagi, terbangun dari tidur yang nyenyak sekali, setelah mandi packing dilanjutkan makan kemudian berpamitan, akhirnya saya dan kali ini bersama teman saya naik bus menuju Jatinangor via Kampung Rambutan.

Terima kasih cece, kokoh, dan lain-lainnya, saya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Selamat juga buat kokoh Niko dan cece Sheny :D

*mohon maaf foto tidak dapat dipublikasikan karena belum dapat izin dari pengantin :D