Friday, February 17, 2012

Filled Under: ,

Singapore ah?

Friday, February 17, 2012

D1: Raining
Seperti biasa, semuanya sudah siap, backpack berisi pakaian dan seluruh perlekapannya serta sebuah tripod, kamera sudah siap, plus satu buah sling bag berisi passport dan ‘senjata’ penting lainnya.

Alhamdulillah akhirnya dapat kesempatan ke salah satu negara maju, Singapore. Ya walaupun belum jauh-jauh amat :D


Setelah sampai bandara dan urusan bla bla bla nya, terbanglah saya ke Singapore dari Bandung. Penerbangan selama hampir dua jam ini tidak terlalu smooth, cuaca beberapa kali menggoyang badan pesawat sampai akhirnya saya tiba di Singapore.

Changi airport benar-benar sangat luas, dari gate ke imigrasi itu jauh. Setelah keluar dari imigrasi, saya naik sky-train ke terminal 3, karena mau naik MRT dari sana. Naik MRT harus punya kartu, kalau ngga bakal tekor banget pake single journey ticket. Ada dua jenis kartu, EZ-Link dan STP (Singapore Tourist Pass). EZ-Link kartu yang bisa di-top up, setiap diunakan saldonya akan berkurang. Sedangkan STP adalah kartu yang diperuntukkan untuk turis yang ingin mengeksplore Singapore lebih banyak tanpa harus menghabiskan banyak biaya. Ada 3 jenis, 1-day pass, 2-day pass, dan 3-day pass. Saya sendiri pilih STP dengan 3-day pass, tarif per hari $8, 3 hari $24 + $10 untuk deposit kartu (dan ini dapat di-refund) Update: Sekarang tarifnya $10 buat yang one day, $16 buat yang two days, dan $20 buat yang three days, tetep + $10 buat deposit.

STP Card
STP sudah ditangan, tujuan pertama saya hostel tempat saya menginap, daerah sekitar MRT Lavender, King George’s Avenue. Hujan cukup deras sempat menahan saya di stasiun MRT sebelum akhirnya saya menerobos hujan.

Hostel (tempat saya menginap) yang sebelumnya saya book melalui salah satu web ini sangat hommy sekali suasananya walaupun sekamar isi 8 orang. Dengan fasilitas yang memadai, cukup lah untuk sekedar tempat istirahat.

Setelah hujan reda, akhirnya saya mulai jalan, sempat mengeksplore Orchard, Somerset, dan Marina Bay sebelum akhirnya kembali ke Hostel.

D2: Feel Like Singaporean
Esok harinya, pengen nih liat Merlion, karena dekat dengan Marina Bay Sands, akhirnya saya turun di stasiun MRT Bayfront, dan sebuah kesalahan besar karena saya harus jalan kaki ke seberang sana, dan itu bener-bener gempor segempor-gempornya.. Liat peta MRT lagi, eh, ternyata lebih dekat kalau turun di Esplanade…
Merlion
Selesai ambil gambar, ternyata dapat teman baru, diajaklah ke Little India, Mustafa lebih tepatnya. Cuma beli coklat sama earphone $7 yang suaranya ga karuan ternyata. Oh ya, kalau mau ke Mustafa, sebaiknya naik MRT turun di Farrer Park, itu lebih dekat daripada turun di MRT Little India, karena harus nyambung bus lagi.
MRT underground Station
Dari sana kami jalan ke Orcard, kali ini lebih menghayati (?) karena kami menyusuri Orchard dengan jalan kaki. Selesai Orchard, ke Somerset lagi, karena foodcourtnya enak disana makanannya. Dari Somerset, akhirnya ke Marina Bay Sands, ada Wonder Full Show, itu loh yang perpaduan air dan laser beam. Keren banget ini!

Wonder Full Show

Pertunjukkan selesai, akhirnya kami menuju Bugis Street, banyak merchandise khas Singapore disana, kaos, keychain dll.

Capek juga seharian jalan, eh bukan capek, tapi capek sekali. You know what, orang Singapore suka sekali yang namanya jalan kaki, dan itu jalannya ga nyantai tapi cepet. Kenapa? Karena waktu sangat berharga disini, bahkan eskalator di stasiun MRT bergerak 2 kali lebih cepat daripada eskalator di mall-mall. Waktu 1-2 menit sangat berharga, bahkan banyak yang rela berlari-lari ngejar MRT daripada menuggu MRT selajutnya yang ‘hanya’ jeda sekitar 3-5 menit.. *merenung

D3: In the Mid Night
Hari ini waktunya ‘me time’, pengen lah jalan-jalan sendiri menikmati Singapore. Keluar dari hostel, saya menuju ke Raffles, pengen liat Singapore river. Sampai disana, dan karena dollar sudah tidak memadai, akhirnya saya menuju sebuah ATM untuk tarik tunai, dan langsung ke river sesudahnya.
Singapore River
Biasa aja sih rivernya, cuma ya itu, BERSIH. Ga ada sampah daun apalagi sampah plastik, dan ikan-ikan disana juga hidup tenang karena ada larangan ‘No Fishing’. Sampai di jembatan yang akhirnya saya memberanikan diri untuk menyeberang jembatan dan Alhamdulillah saya selamat tanpa kurang suatu apapun (jangan ketawa), sampai di Asian Civilization Museum, lokasi startnya Amazing Race Asia season 2.

Asian Civilization Museum
Dari sana, lanjut jalan kaki, mau ke Esplanade. Dan ternyata Esplanade jauh terlihat lebih bagus dari jauh dan pada malam hari, haha. Gedung ini digunakan untuk pertunjukkan-pertunjukkan seni. Perjalanan dilanjutkan ke Merlion, tapi dari arah yang berbeda, karena ingin naik bus menuju HarbourFront dari sana.

Sekitar 15 menit perjalanan, sampailah di Harbour Front, Vivo City Mall tepatnya. Inilah gerbang menuju Sentosa Island. Ada 4 akses menuju Sentosa, pertama naik kendaraan pribadi/taxi, ini bakal langsung sampe. Kedua naik trem, dengan biaya $3, trem atau monorel ini akan mengantarkan Anda ke Sentosa dalam waktu tidak sampai 5 menit. Ketiga, cable car, saya kurang tahu berapa biayanya, lebih mahal dari trem yang pasti, cable car ini kalau bahasa Indonesianya kereta gantung. Buat saya big NO untuk kereta gantung.. Dan yang terakhir lewat Sentosa Boardwalk, menyusuri jembatan sejauh kurang lebih 600 meter, dan hanya bayar $1.
Sentosa Boardwalk
Sentosa Boardwalk
Sentosa Boardwalk
Selain karena lebih murah, saya memilih boardwalk karena juga ingin menikmati pemandangan sepanjang perjalanan.

Universal Studio Singapore
Sampai di Sentosa, cuma ingin sekedar tahu dan ambil foto sih, Universal Studio? Nanti dulu deh, kalo sendirian ga seru, haha.

Lumayan laper dan capek juga, karena udah males jalan, pengen naik trem baliknya, gratis ini, haha. Sampai di Vivo City langsung cari makan.
Inside Monorail
Dari Vivo City, rencananya ke Labrador Park, dan sampai sana ternyata hujan, ya udah deh. Trus pindah ke Jurong East, masih ujan juga. Ini kerjaan iseng sih, udah mulai ngantuk akhirnya naik MRT dari Jurong East ke Kranji, sekedar ngecek bus untuk ke Malaysia besoknya. Ngecek udah, akhirnya naik MRT lagi, begitu naik, hujan lagi, dan tertidur..

Begitu terbangun, tau-tau udah nyampe City Hall, sampe sana ganti jalur MRT lagi, dan mengarah ke Jurong East lagi, sumpah ini iseng abis, hujan terus sih. Di peta MRT ada tulisan Chinese Garden, coba ah kesana, kali aja bagus. Dan ternyata lumayan lah, free admission pula.
Chinese Garden
Kembali lagi ke Marina Bay Sands, saya selalu senang menghabiskan sore disini. Dapat temen baru lagi yang ternyata satu kampus, haha.

View from Marina Bay Sands
Malamnya, nyempatkan keliling di Clark Quay, ketemu lagi sama teman yang kenal di pesawat, udah jam 9an, diajakin ke Mustafa. Sudah hampir jam 12 malem, ga selesai-selesai dah..

Ngejar MRT ga dapet, nunggu bus ga dateng-dateng, dan ternyata busnya udah ga ada jadwalnya lagi..

Duit cash tinggal $7, ATM ga ada, udah tengah malam, naik taksi mana cukup, dan akhirnya.. Saya jalan kaki dari Farrer Park sampai Lavender, yak jalan kaki menempuh jarak sekitar 1,3 KM!
Walking Distance
Ya walaupun Singapore relatif aman, tapi ya kalo udah tengah malam serem juga. Jalan kaki menyusuri Serangoon Rd dari Sri Srinivasa Perumal Temple, sampai di persimpangan berbelok ke kanan, Lavender Rd. Udah Lavender memang, tapi Lavender Rd itu panjang. Sepanjang jalan melewati bar bar, night club, dsb. rada-rada deg deg, tapi untungnya ga ada yang ganggu..

Setelah bertanya-tanya, akhirnya sampailah saya di King’s George Avenue Rd, seperti menemukan oase di tengah padang pasir rasanya..

Sampai hostel mandi, ngguyur kaki pake air hangat, trus tidur..

D4: Hard Walking
Hasil jalan kaki semalam adalah menumpuknya asam laktat pada persendian kaki, bahkan jalan kaki aja mirip orang habis disunat..

Karena papa minta tolong buat dicariin harga sebuah gadget, maka pergilah saya ke Sim Lim Square setelah saya check-out dan menitipkan barang bawaan saya di hostel.

Sampai di Sim Lim, mulailah berkeliling, memperhatikan toko-toko yang siapa tau menjual gadget tersebut. Hampir dua jam, ternyata ga ada satu toko pun yang menjualnya, wah kok bisa..

Sebenernya ada sih gadget inceran saya, setelah tau harganya, malah lupa kalo di Indo harganya berapa, ga jadi deh..

Keluar dari sana, saya menuju Orchard Rd, pengen aja jalan-jalan di sana, sampai akhirnya waktu Dzuhur udah dekat, saya menuju ke Arab St dan cari masjid untuk Jum’atan.

Setelah itu, segera saya kembali ke hostel buat ngambil backpack dan seluruh bawaan saya. Hari ini jadwalnya untuk pindah negara, melalui Kranji-Woodlands, saya akan menuju Melaka via Johor. Setibanya di MRT Kranji, saya turun dari MRT, dan menunggu bus CauseWay 1. Bus ini adalah penghubung antara Kranji (Singapore) dan Larkin, Johor (Malaysia), tarifnya $0.80

Bus dari Larkin membawa saya menuju Woodlands CIQ Check-point. Setelah turun dari bus, semua penumpang diharuskan untuk melewati imigrasi Singapore. Selesai dari imigrasi, penumpang naik bus lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Johor. Sampai Johor Check-point, penumpang turun lagi untuk melalui imigrasi Malaysia. Setelah itu, penumpang naik bus lagi untuk menuju terminal bus Larkin.

Di Larkin, setelah bertanya-tanya, saya membeli tiket bus untuk ke Melaka. Dengan RM 19, saya akan sampai di Melaka dalam waktu 3 jam.

Tiga jam kemudian..

Melaka Sentral, akhirnya sampai juga di terminal bas ini.
Lapar sudah tidak tertahankan, makan pun sudah tidak bisa ditunda, setelah menemukan rumah makan yang cocok, akhirnya saya mengisi perut dengan nasi campur + Teh O’ Suam. Alhamdulillah.

Sebenarnya saya juga menunggu teman saya yang baru kembali ke Melaka dari rumahnya di Balikpapan. Sambil menunggu, karena BB roaming (gratis) sudah ga aktif, saya beli SIM Card seharga RM 5 isi pulsa RM 2 + Top Up RM 5.

Tak berapa lama kemudian, teman-teman saya datang, Selamat Datang ke Melaka :D