Thursday, September 27, 2012

Filled Under: ,

Singa-sphere - Part 1

Thursday, September 27, 2012

‘Padahal hari Jum’at tuh masih duduk-duduk di depan sini, kita ngobrol-ngobrol tentang travelling, eehh besoknya udah di Singapore aja si Akbar, ga bilang-bilang lagi’, sahut salah seorang teman.

Hahaha, iya deh maaf ya, emang sebenernya belum ngasih tau siapa-siapa kalo bakal pergi, termasuk orang yang pergi serombongan.

Sabtu pagi itu sesuai rencana mau mengantar seorang teman, sebut saja Tengku, ke Bandara Hussein, dia akan berlepas ke Singapore. Ceritanya sih ya menepati janji tahun kemaren, karena ga jadi nganter. Setelah semuanya selesai, sekitar pukul empat saya berangkat menuju Bandung.

Sampai di Bandung, masih dingin-dingin aja belum bilang kalau bakal ikut. Ga lama kemudian adzan Shubuh berkumandang, berenti sejenak di masjid untuk menunaikan sholat. Sampai hampir pukul lima sholat baru selesai, teman saya ini sudah ditelpon-telpon yang sudah sampai di bandara duluan. Maklum, boarding memang tinggal setengah jam lagi, hahaha.

Memacu kecepatan di jalan Soekarno-Hatta memang menyenangkan, kalo siang mana bisa kayak gini. Di jalan un telpon kembali berdering, ditanya sudah sampai mana, oke semakin cepat saja gas dipacu, hampir 120 km/hour.

Di perjalanan, saya memberikan passpor dan sebuah kertas, dan tadaa itu adalah boarding pass saya, haha. Kaget atau apa ga ngerti, ya sudahlah, yang penting segera sampai di bandara.

Sampai di bandara, setelah memarkir kendaraan yang akan diinapkan (oh ya, bisa menginapkan kendaraan di Husein, IDR 25,000 per malam, insyaallah aman), segera berlari ke terminal yang tidak jauh karena memang bandaranya sangat kecil.

Ke konter check-in, setelah konfirmasi (dan ternyata sekarang ga perlu pake kartu imigrasi keberangkatan/kedatangan), cap imigrasi, dan belum ada 10 detik kami duduk di ruang tunggu sudah dipanggil boarding.

Penerbangan di awal hari itu cukup lancar, cuaca juga sangat bagus, hanya sedikit berawan ketika sampai di Singapura.


Mendarat di Singapura, menyelesaikan segala urusan imigrasi, dan selanjutnya kami menuju Terminal 3 dengan skytrain untuk naik SMRT ke pusat kota.

Sampai di stasiun SMRT, kami menuju vending machine untuk membeli tiket kereta ke stasiun Bugis, disanalah kami akan membeli Singapore Tourist Pass supaya bisa mengeksplore Singapore lebih hemat, hehehe.

Dari Changi, kami naik kereta, kemudian transit di Tanah Merah dan berganti kereta ke arah Joo Koon. Hampir 40 menit kami naik kereta, tibalah kami di stasiun Bugis.

Single Journey Ticket kami kembalikan ke vending machine untuk mendapatkan kembali deposit $1. Karena kantor penjualan tiket belum buka, kami keluar stasiun dulu menuju Bugis Street, menyusurinya dan kemudian keluar di sisi yang lain, lanjut ke Albert Centre untuk makan. Makanan halal ada di blok paling belakang dari Albert Centre.

Makanan yang dijual umumnya makanan India, Melayu, dan ada kios makanan Indonesia. Karena tidak terlalu lapar, saya memesan Roti Prata, tapi ternyata kenyang juga.

Selesai makan, kami kembali ke stasiun SMRT, dan antrian di penjualan tiket sudah setengah penuh. Saya membeli tourist pass untuk 2 hari, sedangkan teman-teman saya 3 hari, ya karena bakal pulang duluan. Sekarang, harga untuk 1 hari = $10, 2 hari = $16, dan 3 hari = $20, ditambah $10 untuk deposit kartu yang nanti bisa diambil kembali ketika mengembalikan kartu di Ticket Office maupun Passenger Service.

Dari Bugis, kami naik SMRT, karena teman-teman yang lain menginap di daerah Kallang, kami berpisah di Lavender daerah tempat saya menginap, dan bersepakat untuk bertemu di Marina Bay pukul 12.00. Menuju penginapan yang sama seperti kunjungan ke Singapore sebelumnya, dan ternyata pemiliknya masih mengenali saya :D

Karena saya tiba pukul 11.15, kunci loker belum bisa diberikan karena waktu check-in adalah pukul 12.00. Nyantai-nyantai sebentar, sambil wifi-an. Oh ya, hostel ini recomended banget, kamarnya nyaman, bersih, wifi gratis, breakfast included, sama dikasih room key masing-masing (jadi kamar ga terbuka terus) + loker.

Oke, karena saya merasa sudah hampir waktunya untuk kembali berkumpul, akhirnya saya menanyakan kembali, ternyata kunci sudah bisa diambil karena baru saja ada yang check-out. Menaruh barang-barang di kamar, ambil kamera + tripod, akhirnya saya bergegas menuju SMRT Lavender.

SMRT System Map
Karena di jalur saya (East-West) ga ada MRT langsung ke Marina Bay, maka saya menuju Paya Lebar Interchange dulu untuk pinda jalur ke Circle-Line) baru kemudian kanjut ke arah Marina Bay. Saya ingetnya Marina Bay ya turunnya di Marina Bay, ternyata.. oh iya lupa, harusnya kan di Bayfront, karena maksudnya Marina Bay itu Marina Bay Sands, hhh. Kembali masuk MRT, lalu turun di Bayfront.

Sampai di Bayfront, kemudian menyusuri Marina Bay Sands dan sampai di luar, belum ketemu siapa-siapa, ditelpon ga ada yang aktif, yah dasar roaming. Akhirnya istirahat sejenak, berkeliling, dan masuk kembali ke mall karena saking panasnya di luar.

Sempet baca itinerary mereka kalo ada daftar Botanic Garden, oke kesana aja deh, semoga ketemu disana. Kembali masuk ke SMRT dan naik yang ke arah Harbourfront. Cukup lama perjalanan ke Botanic Garden, sekitar 14 stasiun, ya karena udah mulai ngantuk dan males ganti-ganti jalur untuk memangkas waktu.

Sempet tidur, bangun lagi, tidur lagi, dst. adem sih, beda banget sama di luar yang panasnya tak tertahankan.
Botanic Garden, please mind the platform gap. Keluar menuju Botanic Garden, dan ternyata pansnya semakin menjadi-jadi. Padahal ini udah ‘garden’ banyak pohon, masih aja panas.

Singkat cerita setelah berkeliling di Botanic Garden, saya berencana kembali ke hostel untuk mandi dan ganti baju. Sekitar jam 15.30 sampai hostel, ngadem di kamar, dan ada notif whatsapp masuk, tadi ternyata saya telat beberapa menit dari mereka, dan ditinggal.

Malam ini, agendanya mau nyari spot buat nonton F1, karena emang dasar ga punya tiket, dan kami sepakat untuk bertemu di SMRT Esplanade jam 17.00. Istirahat dulu lah, panas gila di luar.

Menjelang setengah lima, saya bersiap-siap untuk berangkat, ga mau ditinggal lagi ceritanya. Dan singkat cerita akhirnya sampai di Esplanade. Belum keluar dari gate MRT, suara mobil F1 udah meraung-raung, dan WOW ITU KEREN BANGET.

Circuit at Marina Square
Sedikit berlari menuju sumber suara, dan sampailah di Marina Square yang sebelahnya bener-bener sirkuit. WOW banget itu suara mesin + mobilnya, untungnya bawa earplug :D

Teman-teman juga masih belum datang, dan akhirnya saya telepon mereka, dan nyambung, ya nyambung! Mereka sudah dalam perjalanan, oke akhirnya saya jemput mereka di gate. Ternyata eh ternyata, yang dimaksud jam 17.00 itu jam 17.00 WIB, what.... we are in Singapore you know, why use WIB?! Zzz..

Kembali ke spot, dan karena masih belum mulai lagi, kami menuju ke Merlion dulu via MRT City Hall. Ambil gambar sebentar, dan kualifikasi F1 dimulai, suara mobil kembali meraung-raung keren!

Background: Marina Bay Sands 
Sempet agak bingung untuk ambil spot, akhirnya diputuskan untuk kembali ke Marina Square, dan setengah kami berpisah, karena ada yang kurang tertarik dengan F1 :D.

Menuju Marina Square, tapi sampai sana ternyata udah hampir selesai, dan selesai. Ada yang penasaran nyoba nasi biryani yang di 7-eleven, dan setelah beli, katanya sedikit menyesal, haha.

Dari Esplanande, kami menuju bayfront untuk nonton laser show, seperti yang sebelumnya pernah saya tonton. Masih sama rupanya jalan ceritanya. Selesai nonton, hampir terasa ga sadar berkali-kali, hoamm, udah ngantuk rupanya, udah hampir tengah malam juga, baiklah saatnya kembali ke hostel.

Di SMRT, karena ingin lihat di bagian depan kereta, akhirnya kami berdiri di dekat jendela gerbong depan. Setelah beberapa stasiun, ternyata kaki sudah mulai lelah dan... jatuh.. untungnya sempet pegangan..

Hari yang melelahkan...