Saturday, February 02, 2013

Filled Under: ,

Gunting (Bali - Part 1)

Saturday, February 02, 2013


Pantai Balangan, Bali

Finally, setelah nunggu sejak bulan Mei 2011, hari yang ditunggu bakal segera tiba. Januari ini, setelah selesai ujian akhir semester, saya dan beberapa teman-teman akan take-off ke BALI, yeah! 

Hari itu hari Kamis, setelah ujian terakhir (Sistem Tersebar), saya langsung kembali ke kosan dan beres-beres sama mama. Beres beres beres dan sampai akhirnya semua siap, dan beristirahat.

Esoknya, pagi-pagi tiba-tiba dapet info kalo flight ternyata di-reschedule, no way.. Setelah cek dan ricek, akhirnya harus ada rencana yang dirubah. Well, sebelumnya plannya gini, dari Nangor berangkat ke Solo naik mobil bareng mama sama Reza (teman yang ikut ke Bali) habis Jum’atan, Sabtu main dulu di Solo, Minggu pagi naik kereta dari Solo ke Surabaya, dan malamnya take-off dari Surabaya ke Denpasar. Tapi ternyata flightnya dimajuin jadi Minggu siang, which is tiket kereta yang udah terbeli harus direschedule juga, hmm.


Pagi-pagi, setelah beres-beres, langsung ke stasiun Rancaekek, iya karena beli tiket udah gampang, semua loket udah online. Beberapa hari sebelumnya udah sempet beli tiket kereta rute Solo – Surabaya buat Minggu pagi, dan hari ini reschedule jadi Sabtu sore.

Sampai di stasiun ternyata untuk ngubah tiket harus pake fotokopi KTP penumpang, yah, ga bilang nih, orang yang satu lagi masih ujian.

Tidak berhasil meyakinkan petugas loket, akhirnya harus ngalah untuk kembali lagi nanti bersama dengan fotokopi KTP penumpang yang lainnya. Ga mau buang-buang waktu, singkat cerita dapet juga fotokopi KTPnya, dan kembali ke stasiun, dan tiket diubah menjadi tiket kereta Pasundan, yeah it will be the first for me to ride on an economy class train :)

Setalah sholat Jum’at semua udah siap, dan berangkatlah kami ke Solo melalui jalur selatan, Nagreg, Tasik, Banjar, Majenang, Kebumen, Purworejo, dan Jogja.

Diperjalanan, mama berhasil membuat saya ga ngantuk dengan obrolan, tapi menjelang Maghrib ngantuk mulai terasa, dan.... ABS bekerja... Astagfirullah hampir aja nabrak mobil depan, untung di belakang lagi kosong, well time to take a rest, akhirnya kami berenti di rumah makan, Pring Sewu di Sumpiuh.

Makan malam selesai, perjalanan dilanjutkan kembali, alhamdulillah ga perlu ngerepotin mama buat nyetir, dan tempat jam 12.30 dini hari kami sampai rumah mbah, sebelah jam perjalanan.

ISTIRAHAT

Pagi harinya kami keliling di sekitar rumah mbah, foto-foto di sawah, dan sekali lagi, meskipun udah berkali-kali kesana, baru kali ini foto-foto di sawah, hahaha.

Sorenya, sekitar jam tiga, kami diantar mama ke stasiun Solojebres, karena kereta berangkat pukul 4.38 sore.

Kerta datang, dan kami segera masuk gerbong, anddd.... serasa masuk sauna, subhanallah panas yang amat sangat.. Kipas bisa dibilang tidak terlalu bermanfaat. Kereta mulai bergerak meninggalkan stasiun, dan angin mulai masuk melalui jendela, better lah.

Perjalanan sesuai jadwal akan ditempuh selama 7 jam. Da selama di kereta bener-benar merasakan yang namanya “merakyat”. Pedagang mondar mandir menawarkan dagangannya, penumpang yang beraneka ragam wataknya, dan gerbong kereta yang bisa dibilang sudah perlu diremajakan.

Menjelang malam hari, udara sudah tidak terlalu panas.

Singkat cerita kami tiba di Surabaya Gubeng sekitar jam 11.30. Setelah menghubungi teman SMA (Obet), kami nunggu dijemput buat nginep di kosannya.

ISTIRAHAT

Hari yang ditunggu tiba, setelah bangun, sholat, mandi sarapan, taksi yang udah diorder sebelumnya udah datang, sekitar jam 8.30 kami berangkat ke airport Juanda.

Jam 9.00 sampai, pesawat masih jam 12.00, keliling airport sebentar, dan akhirnya memutuskan untuk makan sebelum berangkat.

Habis makan, langsung masuk ke waiting room, dan ternyata si Reza bawa gunting di tasnya, lupa meureun, ya udah deh, bye bye lah tuh gunting, secara kan ga boleh di bawa masuk ke kabin.

Boarding, take-off, whoaaa Bali here we come :D

Penerbangan Surabaya – Bali bisa dibilang nanggung, hanya 1 jam, baru naik, udah mau landing aja, haha.

Touchdown Bali!

Setelah lebih dari 10 tahun ga ke Bali, akhirnya nyampe Bali lagi, alhamdulillah.

Ceritanya perjalanan ini backpacking ya, jadi sesampainya di Ngurah Rai Airport, kami sebenarnya udah janjian sama Tengku & Ihsan yang udah lebih dulu sampai di Bali pagi harinya buat minta tolong di jemput pake motor sewaan, ya bisa dibilang ngirit lah, haha.

Tapi ternyata cuaca mulai mendung dan akhirnya diputuskan naik taksi aja, dan ternyata itu deket banget, dari kosan gw ke tol cileunyi lah jaraknya, haha, argo juga ga nyampe 15,000.

Tiba di TuneHotels yang sudah kami reservasi jauh-jauh hari, tempat tinggal kami selama 5 hari ke depan.

Sesuai harapan lah hotelnya, terlebih budget hotel, ok ini akan diceritakan lebih lanjut nanti :D

Sampai di hotel, leyeh-leyeh bentar, dan mendekati jam 4 sore akhirnya kami berlepas menuju Tanah Lot, yang jaraknya sekitar satu jam perjalanan dengan sepeda motor. Menikmati suasana Bali naik motor persis kayak di FTV, hahaha, maklum dulu sih jalan-jalannya masih sama ortu, itu juga disetirin :D

Sampai di Tanah Lot, uang sejumlah 50,000 kami berikan kepada petugas sebagai tiket masuk dengan rincian 5,000 untuk satu motor dan 10,000 tiket perorang.

Biasa turis, baru liat gerbangnya aja udah foto-foto, haha, dan akhirnya masuk. Sore itu niatnya mau menikmati sunset di sana, tapi ternyata awan memilih untuk menyembunyikannya.

Sekitar 2 jam kami disana, Tanah Lot, ngapain lagi kalo bukan sight-seeing sama take foto, haha.

Waktu Maghrib, kami pun kembali, udah gelap juga, tadinya sih mau nonton tari apa gitu, tapi tiketnya mayan mahal.

Perjalanan kembali terasa lebih cepat (tentunya dengan bantuan GPS), dan hampir sampai di Kuta, kami berenti untuk makan malam di kedai seafood, ya harus selektif pilih makanan disini, karena agak sulit untuk cari yang halal.

Selesai makan, kami kembali ke hotel, istirahat dan sholat.

Buka-buka kamera mau lihat foto-foto, dan tiba-tiba kartu memorinya ga bisa diakses, ah mungkin kepanasan, matiin dulu aja *dan akhirnya sampai saat ini, kartu memori ga bisa di akses, dan foto-foto pun missing :(

Karena malam itu ada pertandingan MU vs Liverpool, saya dan Reza pergi keluar nyari kafe kafe gitu lah buat nonton, yang dekat menurut informasi resepsionis di sekitar Kartika laza, it’s walking distance.

Sampai disana, pertama masuk ke Stadium Cafe, isinya bule semua, ditambah harga makanan yang kurang bersahabat dengan kantong, akhirnya kami keluar, dan menemukan kafe yang lebih bersahabat, haha.

Selesai nonton, ISTIRAHAT