Saturday, April 12, 2014

Filled Under: ,

Mutasi

Saturday, April 12, 2014

Ga kerasa udah sekian tahun berlalu, dan masih di sini-sini aja diri ini. Keadaan ini membuat saya sedemikian sehingga tidak bisa ikut berpartisipasi di pesta demokrasi tahun ini, awalnya. Namun berkat kebaikan hati sebuah organisasi yang mau membantu masyarakat yang sedang merantau agar tidak kehilangan hak pilihnya hanya karena sedang tidak berada di daerah asal, akhirnya saya bisa ikut berpartisipasi di pesta kali ini. Karena saya tidak ingin surat suara yang ada menjadi peluang untuk oknum yang hendak berbuat curang, untuk saya tidak memilih sama saja dengan membuka pintu untuk maling beraksi.


Sekian hari setelah mendaftar, saya mendapatkan surat pemberitahuan MODEL A-5 yang berisi perihal pemindahan lokasi TPS dari daerah asal ke tempat sementara saya tinggal. Nama daerah yang tercantum di sana agaknya asing bagi saya, mungkin daya jelajah belum sampai ke pelosok, ah biarlah, apa salahnya bertanya.

Hari yang ditunggu tiba, pagi menjelang siang itu, setelah mengantar salah seorang teman untuk naik bus, saya mengisi  bahan bakar di SPBU sebelum mulai menjelajah daerah untuk menuju lokasi TPS. Berlandaskan informasi yang saya dapatkan di hari sebelumnya, saya menuju jalan ke arah Sumedang, setelah jembatan Cikuda dan dua tikungan ke kanan dan ke kiri, di sisi kanan ada sebuah gapura yang bertuliskan Jatiroke, dan kemudian menyusuri jalan di balik gapura tersebut. Perjalanan terasa jauh, karena yang saya tuju adalah kantor desa tempat saya mencoblos untuk kemudian menanyakan informasi lokasi TPS. Perjalanan panjang menyusuri jalan yang sebagian keadaannya menyiksa pengendara, akhirnya sampai di kantor desa, tapi seperti tidak ada orang di sana, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba mencarinya sendiri, beberapa ratus meter kemudian mulai ada beberapa TPS, TPS 3, 6, 7, 8. Tapi tidak juga ditemukan TPS yang saya cari. Setelah beberapa ratus meter lagi akhirnya saya berbalik arah kembali menuju kantor desa.

Sudah ada beberapa orang di sana, tanpa ragu bertanya, orang yang ditanya pun memberikan petunjuk jalan, “ini ikut jalan, nanti ada gapura kecil di sebelah kiri belok situ, masuk gang”, begitu kira-kira petunjuknya. Sampai di gapura, sebelum berbelok saya kembali bertanya penduduk sekitar untuk memastikan, dan berbelok lah ke jalan itu.

Rumah penduduk yang cenderung berdempetan dan gang sempit membuat saya harus berhati-hati, jalan berlanjut ke pematang sawah, lalu rumah penduduk lagi. Tidak jauh dari sana saya melihat TPS yang nomornya berdekatan dengan TPS saya, niat bertanya diurungkan karena diri ini beranggapan TPSnya pasti tidak jauh dari sini. Perjalanan beberapa ratus meter saya menemukan persimpangan jalan, lalu saya belok kiri, di arah jalan itu saya tidak menemukan TPS yang dicari, malah angkanya semakin menjauh. Kembali berbalik arah dan tanya kepada penduduk, ternyata saya harus kembali ke jalan yang tadi, pada akhirnya saya menemukan TPS yang saya cari tidak jauh dari TPS yang saya temukan sebelumnya, tapi TPSnya ada di dalam gang.

Akhirnya sampai juga, perjalanan melelahkan melewati bukit, lembah, hutan, dan sawah. Di TPS saya menyerahkan form kepada panitia, kemudian diberikan empat surat suara dengan warna header yang berbeda-beda, kuning, merah, biru, hijau.

Satu persatu surat suara dibuka, agak santai, karena TPS memang sedang benar-benar sepi, masih sempat juga sepertinya untuk makan siang di bilik suara sambil baca pelan-pelan caleg-caleg yang terpampang namanya di sana, hahaha.


Setelah mencoblos, surat suara dilipat dan dimasukkan ke dalam kotak suara, dan seperti biasa, memberikan warna pada jari kelingking tanda sudah memilih.

Semoga siapa pun yang terpilih tahun ini bisa membawa negeri ini ke arah yang lebih baik :)