Tuesday, October 27, 2015

Filled Under:

Blogging

Tuesday, October 27, 2015


Sekitar kurang lebih tujuh tahun yang lalu, seorang teman berkata, “Bar, bikin blog dong.” Terpikir, untuk apa saya bikin blog, apa yang mau ditulis, ketika itu media sosial yang paling populer, Friendster, untuk saya termasuk cukup untuk menampung unek-unek (jaman alay), hahaha. “Blog lebih seru, bisa baca-baca tulisan pengalaman orang lain juga, tukeran link, pokoknya seru, bikn lah”.

Di waktu senggang, di kala internet cepat masih barang mahal, saya mulai googling tentang blog, dan setelah bersabar menanti, “hmm gini toh,” ternyata memang lumayan seru membaca tulisan-tulisan blogger, mulai dari pengalaman hidup, kegiatan sehari-hari, karya sastra bebas, maupun sekedar curhatan.

Setelah sedikit berkonsultasi, akhirnya saya memutuskan  untuk membuat blog di layanan  milik Google, blogspot. Voila, akhirnya terbitlah postingan pertama.

Postingan pertama sudah, terus?

Lanjut ke postingan ke-2, ke-3, dan seterusnya.

Blogging memang tidak sekedar menulis dan publish, lebih dari itu ada aktifitas populer lainnya yang disebut blogwalking, atau berkunjung ke blog-blog lain. Hal yang menarik dari blogwalking seringkali kita mendapatkan kenalan baru melalui kolom komentar. Selain itu kita juga bisa tukeran link blog, jika bersedia, kita memasang link url blog mereka di blog kita, begitu juga sebaliknya, ini merupakan salah satu cara menjalin silaturahim sekaligus menjaga untuk saling kontak, terlebih dengan cara ini, traffic kunjungan ke blog kita juga bisa meningkat.

Waktu yang terus berjalan secara konstan berbanding jauh dengan perkembangan teknologi yang meningkat secara eksponensial. Saat ini hampir semua orang memiliki telepon pintar dengan akses internet serta aplikasi yang melengkapinya, salah satu irisan dari sekian banyak kategori aplikasi adalah aplikasi sosial media. Sosial media yang dulunya hanya bisa diakses melalui komputer desktop ataupun laptop, saat ini dengan mudah bisa kita akses dari mana saja dan kapan saja melalui telepon pintar. Namun sayangnya, perkembangan ini sedikit banyak mengurangi antusiasme netizen untuk menulis di blog. Dibanding yang menulis di blog, jumlah netizen yang lebih senang dengan tulisan pendek/posting pendek di sosial media jauh lebih banyak. Tidak sedikit yang lebih memilih update status satu-dua kalimat di Facebook, Twitter, Path, dan lainnya tapi kurang senang jika harus membuat tulisan yang sedikit panjang dan berkualitas, dan nyatanya, hal itu juga terjadi pada saya.

Memang butuh kemauan yang lebih banyak dari sedikit untuk menulis di blog. Blog memang bukan segalanya, tapi dengan menulis setidaknya kita bisa lebih terlatih dalam menyampaikan pesan, cerita, maupun gagasan dengan lebih baik. Menulis adalah perjalanan, perjalanan menemukan ide yang tepat untuk dituangkan dalam rangkaian kata-kata.

Selamat Hari Blogger Nasional, semoga para blogger bisa semakin menginspirasi pembaca!