Friday, January 29, 2016

Bebas Visa ke Jepang dengan E-Passport

Friday, January 29, 2016


Jam sudah menunjukkan hampir pukul 09.00 WIB, wacana untuk datang lebih pagi ke kantor imigrasi sudah tinggal cerita. Setelah siap dan memesan ojek online, akhirnya saya berangkat sekitar pukul 09.15 WIB. Ekspektasi perjalanan sekitar 20 menit, namun apa daya, karena driver sempat nyasar, perjalanan jadi ditempuh dalam waktu 45 menit.

Seperti yang telah ditulis sebelumnya, saya membuat paspor elektronik di Kanim Jaksel yang dapat diambil seminggu kemudian, karena berbagai hal saya baru dapat menyempatkan untuk mengambil setelah 10 hari kalender. Sampai di Kanim Jaksel saya langsung ke lantai 2 untuk mendapatkan nomor antrian pengambilan paspor yang sudah jadi. Dokumen yang perlu dibawa hanya kertas tanda terima pembuatan paspor dan bukti bayar di bank. Jika diwakilkan, kita perlu membuat surat kuasa bermaterai serta menyertakan KTP asli pemilik paspor.

Sayangi paspormu, karena dia sensitif
Sebenarnya proses pengambilan tidak lama, hanya saja antrinya yang lama, saya mendapat antrian nomor 57 yang dilayani sekitar 40an menit setelah antrian pertama dimulai, belum lagi kalau ada kasus khusus seperti tidak ditemukannya paspor lama (untuk penggantian habis berlaku).

Finally, setelah sekian lama ngidam e-passport! Hahaha. Ciri khusus dari e-passport ini ada pada sampulnya, di bagian depan ada logo biometric passport di bawah tulisan paspor dan sampul juga terasa lebih tebal, baik bagian depan maupun belakang.

Visa Waiver Program
Esok harinya, setelah janji bertemu dengan teman saya di Sarinah, kami naik busway, niatnya hendak menuju Embassy of Japan yang lokasinya tidak jauh dari halte Transjakarta di Bundaran HI, namun ternyata, halte busway tersebut ditiadakan karena sedang ada proyek MRT. Ujung-ujungnya kami kembali ke halte Sarinah dan jalan kaki dari sana.

Seperti layaknya masuk kedutaan besar lainnya, barang bawaan diperiksa, KTP/SIM dititipkan, dan barang bawaan (sekali lagi) diperiksa dengan x-ray.

Berhubung sudah resmi jadi pemilik e-passport (ceileh), saya hendak meregistrasikan paspor untuk Visa Waiver Program. Well, mungkin sudah banyak yang menuliskan tentang ini, sejak Desember 2014 pemerintah Jepang memberikan program bebas visa bagi WNI pemegang e-passport, syaratnya paspor harus diregistrasikan dulu di Kedubes Jepang.

Nomor antrian di kedubes Jepang
Apa saja dokumen yang diperlukan? Yang jelas bawa e-passportnya, ga usah ada acara fotokopi segala, bawa aja yang aslinya. Kemudian sepucuk dokumen yang merupakan formulir pendaftaran, bisa unduh di sini (info lengkap di sini) Udah? Iya udah, itu aja. Masa sih? Ga percaya? Cobain deh. Pertanyaan yang sama juga terlontar dari teman saya yang akan mengajukan visa reguler, dia harus menyiapkan berlembar-lembar dokumen sejak berminggu-minggu sebelumnya untuk mengunjungi istrinya tercinta. Lembaran dokumen demi pujaan hati atau Cinta yang terpisahkan oleh selembar visa, mungkin cocok untuk judul cerpen (apasih).

Setelah masuk ke ruangan, petugas akan memberikan formulir kecil yang harus kita isi, tenang saja, hanya isi nama dan nomor paspor. Kemudian kita ambil nomor antrian di mesin yang sebelah kiri bertuliskan VISA, mesin sebelahnya khusus untuk WN Jepang. Layanan pendaftaran untuk Visa Reguler maupun Visa Waiver Program dibuka setiap hari Senin-Jum’at pukul 08.30 – 12.00 WIB.

Sambil duduk manis menunggu dan ngadem dari dahsyatnya suhu ibukota, terlihat sekelompok bapak-bapak dengan tumpukan paspor yang sepertinya dari agen travel, dan yang lainnya sedang asik masing-masing. Sebenernya ga tahan untuk ga motret, tapi berhubung ada peraturan dilarang motret, apa daya.

Nomor antrian saya akhirnya dipanggil,
“siang mbak,”
“Siang”
“Mau daftar visa waiver mbak (sambil ngasih paspor dan formulir)”

Beberapa detik setelah proses dokumen,
“ngambil paspornya besok ya, mulai jam 13.30 sampai jam 15.00, sebelumnya kita makan siang dulu ya,”
“Wah boleh mbak, mau dimana?”
“Di GI gimana? Jam 12.00 ketemu disana”
“Ok mbak,”
“Ini nomor hape saya,”
“Siap mbak, makasih ya”

Loh? SALAH
Beberapa detik setelah proses dokumen,
“ngambil paspornya besok ya, mulai jam 13.30 sampai jam 15.00, (sambil ngasih tanda terima)
“Ok mbak, makasih ya”
“Sama-sama”

Teman saya yang dapat antrian setelah saya masih belum selesai juga, semacam senang dengan kemudahan e-passport ini, hahaha.

Esok harinya, saya kembali ke Kedubes Jepang, kira-kira tiba sekitar pukul 14.00 lebih, hampir setengah tiga. Pemeriksaan barang, titip KTP/SIM, ambil nomor antrian, semua masih sama seperti hari sebelumnya.

Kedubes Jepang memang melayani pengambilan paspor (yang entah diterima atau tidak permohonan visanya) hari Senin-Jum’at pukul 13.30 – 15.00 WIB setelah paginya menerima aplikasi pendaftaran.

Proses pengambilan memang selalu lebih cepat. Untuk visa reguler, pembayaran dilakukan ketika permohonan diterima pada hari pengambilan dan untuk Visa Waiver Program sendiri tidak perlu bayar alias GRATIS!

Visa Waiver Sticker
Tidak lama nomor antrian dipanggil, dan akhirnya saya mendapatkan paspor yang sudah teregistrasi Visa Waiver Program, yeay! Dengan ini saya diperbolehkan berkunjung ke Jepang tanpa visa selama tiga tahun dengan durasi maksimal 15 hari untuk setiap kunjungan (kunjungan sosial, bisnis, atau jalan-jalan). Masa berlaku maksimal 3 tahun atau sesuai masa berlaku paspor, mana yang lebih cepat habis, dan jika sudah expired kita bisa meregistrasikan kembali paspor kita dengan cara yang sama seperti sebelumnya.

Happy traveling!